Ini beda voal dan polycotton, bahan hijab yang jadi favorit hijaber

17.00

Kerudung atau hijab jadi salah satu fashion item terpenting bagi hijaber untuk menunjang penampilan sehari-hari. Tak heran kalau mereka pasti akan memilih hijab dengan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan style masing-masing. Mulai dari memilih jenis bahan yang nyaman digunakan, menentukan model sampai pemilihan motif pada hijab.

Nah, untuk tahun 2018 ini saya mengamati model hijab yang digemari hijaber jadi lebih simpel. Tren hijab tak lagi fokus pada model tapi lebih ke pilihan jenis kain atau bahan yang digunakan. Kalau teman-teman mengamati, sekarang ini tren hijab memang masih booming dengan motif printing atau lebih dikenal dengan sebutan printed scarf, tapi model dan pilihan bahan yang digunakan cenderung itu-itu saja. Padahal pilihan jenis bahan untuk hijab sebenarnya beragam, seperti paris, cotton, polycotton, crepe, hycon, diamond, organza dan yang paling hits sejak pertengahan tahun 2017 adalah voal. Selain voal, bahan hijab yang paling menjamur digunakan oleh para desainer dan pemilik bisnis hijab online serta jadi pilihan hijaber adalah polycotton.


Voal dan polycotton, bisa dibilang jadi primadona bahan hijab yang sedang ngetren di awal tahun 2018. Para pebisnis hijab berlomba-lomba menawarkan koleksi hijab menggunakan kedua bahan tersebut dengan harga bersaing. Tapi untuk model hijab, mereka cenderung mengkreasikan bahan voal dan polycotton menjadi hijab segiempat polos. Namun, beberapa desainer atau produsen hijab ada juga yang masih menggunakan bahan voal untuk hijab printing.

Buat teman-teman yang menggunakan hijab, lebih suka memakai hijab dengan bahan voal atau polycotton nih? Kalau saya sendiri sih fans berat hijab berbahan voal sejak akhir tahun lalu. Saya mulai mengenal dan jatuh cinta dengan bahan voal sejak printed scarf ngetren di kalangan hijaber dan jadi andalan koleksi sejumlah desainer serta produsen hijab. Selain karena bahannya lembut dan nyaman digunakan, hijab berbahan voal juga mudah dibentuk. Wah, pokoknya saya lagi senang-senangnya dengan hijab berbahan voal, deh! 

Lantas bagaimana dengan bahan polycotton? Nggak seneng nih? Ya, kalau harus memilih sih, saya tetap menjatuhkan pilihan pada hijab berbahan voal. Kenapa? Emang voal dan polycotton beda banget ya kualitas bahan dan 'rasanya' saat digunakan untuk beraktivitas? Well, saya jawab selengkapnya lewat penjelasan singkat di bawah ini ya, simak yuk!

Voal (Voile)

Nama voal diambil dari bahasa Prancis, voile, yang artinya adalah jilbab. Menurut keterangan yang dirangkum dari berbagai sumber, voal merupakan jenis kain yang memiliki kandungan bahan 100% serat alam yang namanya katun (cotton) sehingga halus, lembut dan mudah dibentuk. Nggak heran kalau voal jadi bahan yang memiliki harga lebih mahal dibanding bahan hijab lainnya karena kandungan bahan murni yang terbuat dari serat alam dan menawarkan kenyamanan buat dipakai beraktivitas.


Bahan voal biasanya memiliki detail atau motif dan serat kainnya juga terlihat lebih jelas. Saat dipegang, hijab yang menggunakan bahan voal terasa tipis tapi tidak transparan dan materialnya lebih kaku jika dibandingkan dengan hijab berbahan polycotton. Jadi, dengan teksturnya yang lembut dan tipis, hijab berbahan voal sangat cocok digunakan saat siang hari terutama di musim panas karena akan terasa adem dan mudah menyerap keringat. Sementara karena materialnya cenderung kaku, saat digunakan sebagai hijab, bahan voal mudah dibentuk, tidak mudah berantakan dan yang paling penting bagi saya adalah tetap tegak di bagian dahi. Bahkan, kalau saya lagi malas setrika, hijab berbahan voal nggak lecek dan mudah dibentuk.

Tapi nih, ada beberapa koleksi hijab berbahan voal milik saya yang lebih mantep saat digunakan dengan menyetrika terlebih dahulu. Pasalnya, meski voal bahannya lembut dan adem, tapi juga gampang kusut. Apalagi kalau dilipat sembarangan, garis lipatan yang terbentuk terasa menganggu saat digunakan, bagi saya pribadi sih.

Printed scarf berbahan voal jadi koleksi hijab yang jadi favoritku karena mudah dibentuk dan terasa nyaman dipakai untuk beraktivitas di luar ruangan.
Sejumlah desainer dan produsen hijab saat ini lebih sering menggunakan bahan voal untuk dibuat menjadi model hijab segiempat dengan motif yang tidak pasaran. Bahkan ada yang sampai bekerja sama dengan ilustrator dan selebgram untuk menciptakan hijab yang unik dan berkarakter kuat. Namun, beberapa produsen hijab juga ada yang menawarkan hijab voal motif polos sebagai koleksi andalannya namun menjanjikan bahan yang berkualitas dan kenyamanan.

Pilihan warna plain voal koleksi dari Ederra Indonesia dengan tekstur lembut, menyerap keringat, tidak transparan, mudah disetrika dan tetap tegak di dahi.

foto: Instagram/@ederraid
Menurut keterangan dan hasil obrolan singkat saya dengan Indah Wardani, pemilik brand fashion Ederra Indonesia, hijab berbahan voal diakui Indah, sapaan akrabnya, memang sangat nyaman digunakan sehari-hari karena teksturnya yang lembut dan bahan voal terasa adem saat digunakan sebagai hijab meski cuaca sedang panas.

Sementara itu, Elita Barbara, produsen hijab dengan brand Elita Kerudung asal Yogyakarta menambahkan meski banyak produsen hijab yang menggunakan voal untuk dibuat menjadi hijab printing, bahan yang digunakan belum tentu 100% serat alami, pasti ada campuran bahan sintetis, entah berapa persen.

Voal Kerudung Elita
Hawa, salah satu koleksi Kerudung Elita yang menggunakan bahan voal ultrafine.

Voal Kerudung Elita
Salah satu koleksi voal plain yang saya punya dari Kerudung Elita.

Untuk harga, hijab voal polos dan motif memiliki perbedaan harga yang bervariasi. Namun hijab motif atau printed scarf yang menggunakan bahan voal cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan hijab voal polos. Hijab voal polos dipatok harga berkisar antara Rp 65 ribu hingga 100 ribu, sementara hijab motif dijual dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribuan. Perbedaan harga tersebut menurut saya sih ditentukan oleh kain voal yang diperoleh berasal dari lokal atau impor. Selain itu, motif ekslusif dan limited yang dicetak secara khusus pada bahan voal juga ikut mempengaruhi harga hijab motif atau printed scarf jadi lebih mahal dibanding hijab polos atau scarf motif biasa.

Polycotton

Kalau dari namanya sih, bahan polycotton merupakan campuran dari polyester dan cotton. Jika dibandingkan dengan bahan voal, polycotton memiliki tekstur yang halus dan lembut namun masih belum bisa mengalahkan tekstur bahan voal yang memang lebih halus dan terasa adem karena ada linen (serat alam). Meski demikian, saat digunakan sebagai hijab, bahan polycotton terlihat dan terasa lebih jatuh.



"Polycotton jatuh dan tipis seperti bahan sifon sebagai bentuk gampangnya," kata Indah.

Sementara itu, Elita Barbara mengungkapkan bahwa polycotton sebenarnya adalah merek, sementara nama kainnya adalah double hycon. Jenis kain ini termasuk campuran dari bahan sintetis yang namanya polyester dan bahan serat alam yang namanya katun (cotton).

"Bahan hycon sendiri juga ada, teksturnya lebih tipis lagi. Kadang, tiap pabrik atau brand ngasih nama kain itu beda-beda," imbuhnya.
Polycotton versi brand hijab kenamaan, Vanilla Hijab. Vanilla memberi nama polycotton dengan sebutan Poton yang hadir dalam pilihan warna hasil celup sendiri.

foto: Instagram/@vanillahijab
Perbedaan bahan polycotton dengan voal lainnya adalah kemampuan untuk menyerap keringat. Bahan polycotton kurang menyerap keringat sehingga mudah bau bila digunakan beraktivitas. Meski demikian kelebihan bahan ini adalah nggak gampang kusut, jadi cocok buat traveler yang mungkin nggak sempat untuk setrika. Namun bagi saya pribadi, bahan polycotton cenderung lebih licin saat digunakan sebagai hijab dan tetap saja kusut. Jadi ya mungkin lebih cocok digunakan saat pergi ke acara tertentu dalam waktu singkat seperti kondangan. Selain itu bahan polycotton juga nggak mudah dibentuk dan yang paling menganggu adalah garis lipatan yang akan terlihat lebih jelas kalau nggak sempat menyetrika. Duh paling males deh kalau lagi keburu-buru tapi harus memakai hijab berbahan polycotton, ada yang setuju dengan saya?

Nah, untuk harga, hijab yang menggunakan bahan polycotton lebih murah dari hijab berbahan voal, bahkan ada yang menjualnya dengan harga Rp 35 ribu saja. Murah meriah ya?

Koleksi polycotton dari lini busana Ederra Indonesia yang dijual seharga Rp 35 ribu/pc.

foto: Instagram/@ederraid
Jadi, dari kedua jenis bahan di atas, mana nih yang jadi favoritmu untuk hijab? Voal atau polycotton?


You Might Also Like

6 comments

  1. Saya belum pernah pake bahan voal. Tapi setelah baca tulisan ini jadi penasaran pengen coba apalagi ada yang polos ya pribadi saya suka hijab polos hehe.

    Untuk polycotton setuju sama pendapat kakaknya :D tapi ada satu yang saya kurang setuju. Kalo polycotton cocok buat traveler krena saya sudah pernah travelling pake polycotton, dengan sifat bahannya yang licin jadi mudah berantakan. Jadi menurut saya kurang cocok untuk traveler hehe. Menurut saya lebih cocok untuk acara-acara formal seprti kondangan (yang dipake sebentar gitu) hehe :)

    btw Salam kenal dari saya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mei, salam kenal juga ya :)

      Iya, ada hijab pakai bahan voal dan enak banget dipakai sehari-hari, coba deh!

      Bener banget, polycotton cocok dipakai bentar dan ke acara tertentu aja.

      Hapus
  2. Agak susah sebenernya kalau disuruh jawab lebih favorit mana antara voal dan polycoton. Soalnya saya belum pernah punya kerudung berbahan polycotton. Tapi kalau ditanya suka nggak sama kerudung berbahan vol? Jawabannya sudah pasti "sukaaaaa bangeet". Apalagi voal yang polos tanpa motif (ya iya lah ya polos itu nggak ada motifnya :D). Voal ini memang nyaman banget dipakai bahannya adem tapi nggak tipis, nggak nerawang. diiket kebelakang juga nggak tebel atau "nggedebel" bahasa Jawa Timurnya. Hidup voal deh pokoknya.

    Lihat foto mbak Marlin pakai voal dari Elita, rasanya mupeng banget pengen nyobain juga. Wish me luck dappet give awaynya.. (Ujung-ujungnya nggak enak :D)

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum kak ������ kalau disuruh milih ni antara voal dan polycotton saya lebih milih voal kak karena apa material kerudung voal nyaman digunakan saat melakukan kegiatan sehari-hari dan enak untuk di perjalanan dan melakukan berbagai kegiatan apalagi disiang hari yang panas������. Menurut ku material voal tidak mudah kusut daripada material kain lainnya.intinya seneng banget deh kalau menggunakan bahan voal apalagi disiang hari saat aktivitas yang sibuk ������❣❣❣.

    BalasHapus
  4. kalo aku suka bahan voal kak, soalnya mudah dibentuk :)

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas info lengkapnya. Sangat menarik. Baru akan membeli hijab polycotton online tapi penasaran dengan teksturnya. Di artikel ini jadi tau ternyata polycotton itu sama dengan double hycon dan saya sudah pernah memilikinya. Jadi bisa membayangkan teksturnya. Jazakallah khairan.

    BalasHapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya