Berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikah?

16.30

Memutuskan untuk segera menikah harus dibarengi dengan kesiapan mental dan keteguhan hati. Selain itu yang paling penting tentu kita juga perlu mempersiapkan budget. Ya mengingat nikah zaman sekarang biayanya nggak sedikit.

Ada begitu banyak printilan-printilan nggak wajib yang sebenarnya kalau dipikir-pikir itu bikin anggaran pengeluaran makin membengkak. Plus bikin makin stres. Ditambah lagi, demi label kekinian banyak pasangan yang memimpikan pernikahan seperti apa yang mereka lihat. Padahal budget masih pas-pasan, punya tabungan juga nggak, dan akhirnya malah saling memberatkan satu sama lain.

Dan kalau berbicara masalah angka tentu relatif. Bagi sebagian pasangan, nikah dengan budget Rp 100 juta untuk sebuah pesta pernikahan mungkin hal yang besar. Namun bagi pasangan lain mungkin nominal itu sangatlah kecil. Pun ada juga pasangan yang mampu mengadakan pesta pernikahan dengan biaya ratusan hingga miliaran rupiah. Kembali lagi biaya yang dibutuhkan untuk menikah tergantung pada kemampuan masing-masing, bukan?

Lalu berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikah?

Sebelum menjawab, saya mau mengungkapkan apa yang perlu dipahami terlebih dahulu. Pertama, dari sekian banyak poin rukun nikah nggak ada satupun yang  menyebutkan besarnya biaya untuk menggelar pesta pernikahan. Selain itu juga soal mahar, meski menjadi hak seorang wanita dalam menentukan jumlah dan bentuknya, tapi tidak ada ketentuan pasti untuk mahar. Tapi memang, akan lebih baik jika tidak memberatkan calon mempelai pria.

Apa yang saya yakini dan ketika mengingat kata Rasullah itu ya sebaik-baiknya mahar adalah yang paling ringan. Jadi ya mau meminta mahar uang Rp 1000 pun nikah tetaplah sah. Bahkan ada kisah pasangan yang viral di media sosial, maharnya cuma segelas air putih dan yang terbaru bahkan kain kafan.

Kedua, tentang prioritas untuk menikah dengan niat beribadah bukan untuk mengadakan pesta yang mewah. Tapi bukan berarti tidak boleh untuk mengadakan pesta pernikahan lho, karena menurut keyakinan saya, mengadakan walimatul 'ursy atau pesta pernikahan itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk tanda syukur. Jadi jika memang mampu, mengapa tidak mengadakan pesta pernikahan?

Ok, udah panjang kali lebar banget ya cerita tentang biaya pernikahan. Jadi saya langsung mau share aja perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menikah. Price list yang saya share berdasarkan vendor-vendor yang saya pilih untuk membantu menyukseskan pesta pernikahan saya Februari lalu. Harga mereka bisa berubah sewaktu-waktu dan tentunya syarat dan ketentuan berlaku. Tapi biasanya setiap 6 bulan sekali, price list vendor akan berganti atau menyesuaikan dengan harga di pasaran.

Simak price list di bawah ini, siapa tahu vendor pilihanku ada yang bikin kamu merasa 'klik'. Let's go!

1. Tempat pernikahan.
foto: Kirana Wedding Photography
Setelah pasangan kamu melamar dengan membawa keluarganya datang ke rumah, mulailah menentukan tanggal dan lokasi pernikahan. Kalau saya kemarin, sebenarnya pengen sekali mengadakan pesta pernikahan outdoor, tapi karena cuaca Jogja kurang bersahabat dan tidak bisa diprediksi dengan pasti jadi ya lebih baik cari aman aja dengan hunting gedung.

Jarak antara lamaran dengan tanggal pernikahan cukup singkat, yakni 3 bulan, jadi lumayan susah cari gedung dengan waktu yang mepet. Mengingat di Jogja biasanya gedung pernikahan sudah di booking jauh-jauh hari oleh calon pengantin, yang rata-rata sudah memesan 6 bulan sampai 1 tahun sebelum hari H. Ditambah lagi harga gedung pernikahan di Jogja terus melangit. Harus siap-siap duit dan booking dari berapa tahun sebelumnya tuh? Iya kalau jadi nikah, lha kalau bukan jodohnya? Hehe. Ok skip!

Tapi, saya dan pasangan yakin pasti akan ada jalan dan diberi kemudahan, sebab niatnya untuk kebaikan.

Alhamdulillah, akhirnya saya dapat gedung pernikahan yang sesuai budget dan lokasinya dekat dengan rumah yakni di Aula Ahmad Dahlan UMY. Budget yang saya keluarkan sekitar Rp 5 juta untuk biaya sewa gedung dengan fasilitas kursi hotel 250 unit, meja buku tamu 2 unit tanpa taplak, meja catering buffet 2 unit tanpa taplak, ruang transit 1 unit serta petugas keamanan, parkir, CS, dan teknisi. Nah, karena belum ada fasilitas sound system dan tenda untuk transit katering jadi saya menambah biaya untuk keperluan tersebut. Keseluruhan biaya yang saya keluarkan sekitar Rp 6 juta. Cukup murah dibanding biaya sewa gedung-gedung manten kenamaan di Jogja.

2. Katering.
foto: Kirana Wedding Photography

Yang paling penting dan harus diperhatikan saat ingin menikah adalah memilih makanan. Carilah katering yang makanannya memang enak. Soal budget sesuaikan dengan jumlah tamu yang akan kamu undang. Makin banyak tamu undangan, makin banyak budget katering yang harus kamu persiapkan. Pasti ada kok katering yang sesuai budget kamu. Tinggal sesuaikan saja sama menu buffet dan gubuk yang kamu inginkan. Masalah katering yang sensitif ini saya serahkan sepenuhnya kepada Mama dengan prinsip manut, sek penting enak dan mbuh piye carane ojo kurang. Dan alhamdulillah, makanan yang disajikan juga enak malah berlebih dan bisa saya bagikan ke tetangga usai acara.

3. Dekorasi.


foto: Kirana Wedding Photography
Untuk dekorasi, saya cenderung perfeksionis dan menyesuaikan segala printilan sesuai color board yang direncanakan. Karena saya senang sekali dengan bunga, jadi saya ingin saat menikah dipenuhi bunga-bunga. Berbekal kekuatan media sosial dan smartphone, hunting deh vendor dekorasi yang bisa mewujudkan keinginan saya dan hasil dekorasinya terlihat 'aku' banget.

Akhirnya ketemu dan berjodoh dengan Griya Manten Gallery, yang sejak awal pemiliknya, Mbak El, sudah sangat membantu dan sabar menerima segala keluh kesah dan keribetan calon pengantin. Langsung 'klik' dan langsung jatuh hati dengan hasil dekorasinya. Dan bagi saya tidak masalah dekorasinya megah, mengingat kondisi gedung yang kecil dan memang harus dipercantik.

Untuk budget, Griya Manten menawarkan pilihan paket dengan biaya yang berbeda-beda, tergantung gedung mana yang kita pilih. Pernikahan saya kemarin memakai paket dekorasi mulai dari Rp 20 juta. Nah, kalau kamu tertarik dengan hasil dekorasi dari Griya Manten Gallery, kamu bisa lihat portofolio mereka di Instagram atau kamu bisa PM saya langsung untuk cari tahu price list dan fasilitas lengkapnya.

4. Makeup.

Bagi saya, makeup sangatlah penting untuk menyukseskan acara pernikahan. Makeup yang bagus nggak cuma bikin pengantin merasa senang dan bahagia tapi juga orang-orang disekitarnya bakal ikut kecipratan. Beda kalau makeup nya asal-asalan, makeup artist nya nggak profesional, saya jamin kamu bakalan bad mood di hari bahagiamu, ya meski cuma sebentar pasti adalah rasa jengkel.

Makeup artist yang saya pilih kemarin adalah Mbak Arnie Suryo. Sudah sejak lama saya mengamati kiprahnya dan jatuh hati dengan hasil makeup nya. Flawless dan jauh dari kesan menor. Maka ketika saya akan menikah, saya mencoba untuk menghubungi Mbak Arnie. Meski awalnya beliau tidak bisa memenuhi keinginan saya karena sudah terlanjur ada janji tapi sekali lagi alhamdulillah banget dipermudah. Mbak Arnie akhirnya bisa mengatur jadwalnya dan bisa merias saya dengan hasil yang sangat memuaskan.


Foto : Kirana Wedding Photography
Makeup : Arnie Suryo
Bouquet : Hanabira
Dan untuk biaya yang harus dikeluarkan, tergantung paket mana yang kamu pilih. Karena tema pernikahan saya kemarin muslim modern jadi saya mengambil paket yang sesuai dengan tema, yakni paket B+.



5. Pakaian.

Untuk menghemat budget, saya lebih baik sewa baju resepsi dan membuat baju untuk akad nikah. Alasannya, baju untuk resepsi tidak mungkin akan kita gunakan lagi dan daripada menuh-menuhi lemari mending sewa aja. Sementara untuk baju akad karena saya ingin membuat model dress jadi besar kemungkinan bisa saya gunakan untuk acara lain.

foto: Kirana Wedding Photography
Untuk baju resepsi saya sewa dari Mbak Arnie Suryo dan untuk dress akad saya hunting kain sendiri lalu saya percayakan kepada penjahit langganan untuk mengubahnya menjadi dress yang elegan dan everlasting. Total biaya yang saya keluarkan sekitar Rp 2 juta, sudah termasuk biaya sewa dress resepsi, jas akad, kain, payet dan ongkos penjahit. Murah kan? Hihihihi.

foto : Kirana Wedding Photography

6. Dokumentasi.



Dokumentasi juga sebisa mungkin saya hemat dengan memanfatkan teman-teman yang jago foto dan video. Haha. Untuk foto ala-ala prewedding, saya dibantu oleh teman baik saya, Bramanti Dwi Kurniawan, sementara untuk foto saat acara pernikahan saya menggunakan jasa dokumentasi, Kirana Wedding Photography.

Sebenarnya banyak jasa dokumentasi yang menjadi incaran saya, tapi karena harganya di luar budget semua, terpaksa saya harus merelakannya. Sampai akhirnya 'kekuatan banyak teman', saya dan suami disarankan untuk memakai Kirana Wedding dan kok ya alhamdulillah mereka pas lagi promo. Langsung sikat deh!

7. Undangan.

Undangan pernikahan merupakan salah satu hal yang nggak kalah penting untuk dipersiapkan oleh pasangan yang akan menikah. Biasanya akan ada banyak pertimbangan saat mempersiapkan undangan, entah itu warnanya, bentuknya dan berbagai pertimbangan lain seperti budget. Tapi menariknya, pertimbangan kita berdua kemarin yang malah bikin bingung adalah mau cetak dimana, karena saking banyaknya teman yang mempunyai jasa desain plus cetak undangan pernikahan. Masing-masing dari mereka menawarkan paket dan harga khusus pula. Makin bingung deh kita berdua. Sampai pada akhirnya kita memilih jalan tengah, mempercayakan undangan kepada orang yang bukan teman sendiri tapi tetap rekomendasi dari orang-orang terpercaya. Intinya adalah orang baru bukan teman sendiri. Biar adil dan jauh dari perasaan nggak enak, hihi. Dan bertemulah kita dengan Mas Reza dari Raditya Invitation.

Bagi saya, undangan pernikahan lebih baik dibuat sesimpel mungkin tapi tetap menarik. Nggak usah terlalu mahal dan lebay ada fotonya segala karena toh akan dibuang, ya nggak? Dan yang nggak kalah penting disesuaikan dengan tema. Karena awalnya tema pernikahan adalah rustic jadi desain undangan pun dibuat sesuai tema. Tapi seiring berjalan waktu ternyata desain undangan nggak nyambung sama tempat yang dipilih, begitu juga dengan warna gaun untuk resepsi. Tapi bagi kami tak jadi masalah. Setidaknya meski tak jadi nikah outdoor, ada salah satu printilan yang sesuai dengan keinginan kita berdua.

foto: Instagram/@aquamarlyn
Terlepas dari itu semua, undangan bisa cetak dan sampai di tangan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat undangan seperti ini adalah sekitar Rp 7.500/pc. Total semua biaya untuk undangan disesuaikan dengan tamu undangan. Karena jumlah tamu undangan pernikahan saya kemarin sekitar 1200 orang jadi saya memesan 500 undangan. Karena 100 undangan adalah keluarga, jadi nggak perlu undangan. Cukup lewat telepon dan grup WhatsApp aja.

Meski sudah diprediksi demikian ternyata undangan masih sisa banyak. Alasannya karena saya nggak sempat untuk mengirimkan undangan ke teman-teman, khususnya yang ada di luar kota. Jadi, lebih banyak memanfaatkan aplikasi chatting dan media sosial untuk nyebar undangan. Alhasil, lumayan banyak deh sisa undangannya.

8. Hiburan.
foto: Kirana Wedding Photography
Carilah hiburan yang berkelas dan sesuai dengan seleramu. Kalau perlu list teman-teman yang jago nyanyi dan punya band. Acara kita kemarin awalnya ingin memakai band kesukaan berdua tapi karena jadwal mereka padat akhirnya kita memilih teman yang jago menyanyi dan memang sering tampil mengisi acara pernikahan. Simpel dan harga bisa nego, shayyy~ Berapa besar biayanya? PM aja deh kalau ini ya? Tapi untuk orangnya, Yudaning Mahandaru namanya. Kepo aja pasti langsung suka, siapa tahu jodoh, ups!

9. Souvenir.
foto: Kirana Wedding Photography
Bermanfaat. Prinsip itulah yang saya pegang saat memilih souvenir untuk pernikahan. Selain itu juga simpel dan nggak harus ngeluarin duit banyak untuk 'buah tangan' yang sebenarnya nggak perlu-perlu banget ini. Dan yang terlintas di pikiran saat itu entah kenapa sisir atau kaca. Langsung deh hunting dan alhamdulillah nggak butuh waktu lama, karena langsung mendapat rekomendasi dari Mbak Iffah, owner Sogan Batik untuk pesan souvenir di Evy Souvenir. Eh alhamdulillah lagi dapet diskon dan souvenir yang dipengen ready stock, nggak butuh banyak mikir langsung deh pesan 600 souvenir. Harganya? Cuma Rp 1.000/pc aja. Murah banget!

10. Syarat pernikahan.
foto: Kirana Wedding Photography
Diantara printilan-printilan di atas, inilah sebenarnya yang paling wajib. Syarat untuk mendapatkan buku nikah yaitu dengan mengurus administrasi di KUA.  Nah, ini dia yang bikin pusing dan ribet. Karena syaratnya banyak banget udah kayak mau ngelamar kerja aja. Plus yang bikin tambah pusing saya harus mengurus wali nikah yang lokasinya sangat jauh dengan saya, yaitu di Manado sana. Tapi alhamdulillah meski ribet tapi semua berjalan dengan lancar.

Setelah selesai menyiapkan dokumen yang diperlukan, kamu bisa datang ke KUA kecamatan kamu tinggal dan meminta surat pengantar ke bank untuk membayar biaya administrasi. Karena pernikahan saya kemarin tidak berlangsung di KUA, jadi saya harus menyiapkan uang sebesar Rp 600 ribu. Oya, siapkan juga uang Rp 100 ribu untuk keperluan tes kesehatan di Puskesmas, ya!

11. Biaya tak terduga.

Meski urusan vendor dan printilan-printilan nikah udah beres, kamu tetap perlu menyiapkan anggaran tak terduga. Diantaranya untuk keperluan transportasi, makanan dan minuman untuk saudara yang menginap di rumah, dan keperluan lain yang sifatnya dadakan. Untuk hal ini saya serahkan semuanya kepada Mama, biar saya nggak keteteran karena terlalu banyak yang dipikir dan diurus berdua bareng pasangan.


foto: Kirana Wedding Photography
So, kesimpulannya berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikah? Silakan teman-teman hitung sendiri berdasarkan perkiraan price list yang saya share di atas. Sekali lagi, sesuaikan keinginan dengan kemampuan dan kebutuhan. Sebisa mungkin eliminasi printilan yang nggak butuh-butuh banget. Atau kalau masih mau mempertahankan pilihanmu, cari vendor yang ngerti kondisi keuanganmu tapi tetap mau mengakomodasi keinginanmu.

Dan yang paling penting jangan terlalu jor-joran mengeluarkan biaya untuk acara pernikahan. Karena yang paling penting adalah modal setelah menikah nanti. Makin banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan, mulai dari biaya sehari-hari sampai persiapan untuk anak-anakmu kelak. 

Well, kalau kamu dan pasangan sudah siap untuk menikah, lebih baik segera dipersiapkan dan jangan lupa nabung, dari sekarang :)


Salam enaena,


Marlin Samhan :)


You Might Also Like

2 comments

  1. Sama mbak aku juga maunya nikah di outdoor tapi tempatnya rata2 jauh dari rumah-ku. untuk harga gedung di Jojga masih termasuk murah ya mbak, tapi lihat harga katering dan dekorasinya lumayan ya mbak. Suka sekali lihat gaunnya simpel tapi cantik sekali mbaaak, aku lebih suka lihat baju akadnya manis ^^

    Terima kasih mbak infonya membantu banget buat orang yang cari-cari referensi buat acara pernikahan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dapet gedung dengan harga murah dan deket rumah mbak :) Terimakasih mbak, hunting kain dan bikin sendiri baju akadnya biar ngirit mbak hehe ^^

      Sama-sama mbak, semoga bermanfaat yah :)

      Hapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya