Amankah memakai kosmetik saat hamil?

17.00

Sejak awal kehamilan, saya sudah diwanti-wanti oleh teman-teman untuk nggak sembarangan memakai produk kosmetik. Maksudnya adalah untuk lebih memperhatikan kandungan atau bahan pada kosmetik yang saya gunakan. Sejak saat itulah saya baru sadar selain kondisi kesehatan saya sendiri dan juga si kecil, penggunaan kosmetik rupanya juga penting untuk diperhatikan.

Pertanyaan-pertanyaan seperti "Aman nggak ya pakai kosmetik saat hamil?" "Skincare apa sih yang aman untuk ibu hamil?" "Bahan-bahan kimia apa saja ya yang berbahaya buat si kecil?" langsung berlarian di kepala saya. Tanpa pikir panjang, saya kemudian browsing di internet dan bertanya kepada beberapa teman yang pernah hamil mengenai penggunaan kosmetik selama masa kehamilan. Semua produk kosmetik yang saya gunakan selama ini juga langsung saya cek satu per satu kandungannya.


Memang ya memilih kosmetik ataupun skincare selama hamil itu tricky sekali. Informasi yang dapatkan saya internet sangat beragam dan jawaban yang saya dapatkan dari teman-teman pun berbeda-beda. Ada yang sangat menghindari penggunaan kosmetik, tapi ada juga yang tetap memakai makeup selama hamil dengan catatan tidak setiap hari. Semuanya memberikan jawaban sesuai dengan keyakinan masing-masing. Makin bingunglah saya. Hingga akhirnya biar lebih yakin dan mantep saat kontrol ke dokter kandungan, saya bertanya mengenai penggunaan kosmetik atau skincare saat hamil.

Sejak saya kontrol dengan dokter kandungan saya, dr. Arumsari Kusuma Dewi, Sp.OG di RSU Queen Latifa, dokter Arum sudah membuat saya lega dan yakin saat mengatakan tidak ada pantangan makanan atau minuman untuk ibu hamil, karena hamil itu bukan sakit atau penyakit, jadi makan makanan apa saja diperbolehkan asalkan jangan berlebihan. Sama halnya saat saya menanyakan mengenai penggunaan kosmetik saat hamil, dokter Arum mengatakan boleh menggunakan kosmetik asalkan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya aman. Dokter Arum hanya kurang menyarankan untuk saya melakukan facial karena beliau tidak mengetahui dengan pasti proses dan bahan-bahan yang digunakan untuk perawatan facial yang biasa saya lakukan.

"Krim pemutih, obat jerawat dihindari ya, kalau alas bedak dan bedak gitu masih bisa dipakai asalkan bahannya aman dan tidak digunakan setiap hari. Kalau mau facial, saya kurang tahu bahan-bahan apa saja yang digunakan dan seperti apa prosesnya," kata dokter Arum.

Ya, selain mempertanyakan soal kosmetik, saya juga bertanya mengenai "Apakah ibu hamil boleh melakukan facial?". Pasalnya, sejak awal kehamilan, kulit saya menjadi sangat kering dan sensitif. Bahkan beberapa area di wajah saya seperti hidung seringkali kulitnya mengelupas. Biasanya kalau udah bermasalah gini, saya langsung facial untuk mengatasi kulit kering dan melembabkannya. Tapi karena saat ini saya sedang hamil dan dokter saya ragu, saya akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan facial selama hamil.

Usai mendapatkan jawaban dari dokter, saya kemudian menyeleksi kosmetik dan skincare yang saya gunakan sebelum hamil. Bahan-bahan kimia yang berbahaya atau membuat saya ragu untuk memakainya, saya simpan dulu kemudian saya ganti dengan produk lainnya yang saya yakini lebih aman.


Menurut berbagai sumber, bahan-bahan kosmetik yang harus dihindari bagi ibu hamil antara lain paraben, retinoid, asam salisilat, hidroquinon, formaldehyd. Hmm banyak banget ya? Terus dari semua senyawa itu mana yang benar-benar harus dihindari dan apa bahayanya bagi janin? Teman-teman bisa mencari informasi lebih lanjut mengenai senyawa yang saya sebutkan tadi dalam kaitannya dengan keamanannya bagi janin. Saya akan sebutkan dan jelaskan yang paling saya ingat, bahan-bahan kosmetik yang harus dihindari ibu hamil, berikut ini:

1. Paraben

Sama halnya dengan produk makanan kemasan, kosmetik juga butuh pengawet biar lebih tahan lama dan mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan mikroba lainnya. Paraben biasa digunakan oleh produsen kosmetik sebagai bahan pengawet. Menurut berbagai sumber yang saya baca, semua produk yang memiliki komposisi berakhiran paraben seperti butylparaben, propylparaben, propylparaben, isobutylparaben, isopropylparaben, dll. dilarang atau harus dihindari. Komposisi paraben bisa ditemukan dalam produk kosmetik seperti lipstik, bedak, lotion, sampo, sabun muka hingga krim kecantikan.

Dikutip dari berbagai sumber, saya banyak membaca kalau paraben yang terakumulasi dalam tubuh bisa menimbulkan gangguan pada perkembangan janin. Selain itu banyak media yang memberitakan bahwa menggunakan produk yang mengandung paraben juga berisiko terkena kanker payudara. Waduh! Pernyataan ini berasal dari penelitian yang dilakukan tahun 2014 oleh tim Dr. Philippa D. Darbe dari Inggris. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Toxicology ini menemukan adanya jejak paraben dalam 20 sampel jaringan tumor payudara.

Jadi nggak heran kalau paraben langsung dicap sebagai zat berbahaya terus bikin heboh industri kecantikan. Tapi sebenarnya penggunaan paraben ini masih menuai kontroversi, sebenarnya aman atau tidak digunakan untuk ibu hamil? Soalnya nih kalau acuan 'bahaya' bersumber dari penelitian di atas, jejak paraben yang ditemukan itu sumbernya nggak disebutkan apakah dari produk kosmetik atau tidak. Namun yang pasti para peneliti nggak menulis bahwa paraben berhubungan dnegan kanker payudara.

Tapi, kalau kamu nggak ingin mengambil risiko dan ingin memilih cara aman, lebih baik menghindari penggunaan produk kosmetik yang mengandung paraben. Intinya, kembali ke pilihan dan keyakinan masing-masing ya :)

2. Retinoid

Turunan vitamin A yang dikenal dengan nama retinoid adalah senyawa anti penuaan yang biasa ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit. Oral retinoid yang juga dikenal sebagai isotretinoin juga ditemukan pada produk yang digunakan untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat. Kadar vitamin A yang sangat tinggi dalam produk kosmetik dapat berbahaya bagi janin. Ada kemungkinan bayi akan menderita beberapa cacat lahir fisik maupun mental apabila ibu hamil menggunakan kosmetik yang mengandung bahan tersebut selama hamil.

3. Asam salisilat

Asam salisilat biasa ditambahkan ke sejumlah besar produk perawatan kulit karena kemampuannya untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat serta fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati. Menurut berbagai sumber, asam salisilat yang dikonsumsi secara oral (diminum) dalam dosis tinggi dapat menyebabkan komplikasi kehamilan bahkan cacat lahir. Namun, penggunaan langsung pada kulit tubuh atau wajah jauh lebih berisiko untuk ibu hamil karena bahan aktif ini akan lebih mudah teserap ke dalam aliran darah. Tapi saya belum menemukan penelitian yang menjelaskan tentang bahaya asam salisilat dan kosmetik.

So, aman nggak nih jadinya pakai kosmetik saat hamil?

Karena bukan kapasitas saya untuk menjawab aman atau tidak aman memakai kosmetik saat hamil, saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan masing-masing. Selebihnya, jika ingin menggunakan kosmetik atau skincare saat hamil, pastikan komposisi dalam produk kosmetik pilihanmu aman bagi ibu hamil dan perkembangan si kecil. Saya sendiri masih menggunakan produk kosmetik dan skincare namun sudah saya seleksi sebelumnya kandungan di dalamnya. Apa yang saya share di atas lebih berdasarkan kepada informasi yang saya dapat dan pengalaman saya pribadi selama saya hamil.

Next, saya akan berbagi cerita mengenai kosmetik ataupun skincare apa saja yang saya gunakan saat hamil. Feel free untuk teman-teman yang mau share pengalaman dalam menggunakan kosmetik ataupun skincare selama hamil, siapa tahu bisa jadi informasi dan masukan bagi saya.

Thank you and enjoy your pregnancy :)


You Might Also Like

0 comments

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya