Bagaimana posisi tidur yang aman saat hamil?

18.30

Sebelum hamil, bisa dibilang posisi tidur saya nggak karuan dan arahnya pun selalu berubah-ubah. Mulai dari posisi telentang dan merentangkan tangan, miring ke kanan atau ke kiri, sampai tengkurap. Tapi dari semua posisi tidur yang saya lakukan, tetap yang paling nyaman adalah tidur dengan memeluk guling. Rasanya nggak lengkap dan aneh gitu deh kalau tidur tanpa guling. Ada yang sama seperti saya?

Nah, begitu saya hamil, beda cerita, karena posisi tidur saya jadi serba salah. Di awal kehamilan memang tidak menjadi masalah. Namun seiring perut yang makin membesar, saya mulai merasakan gangguan tidur. Terlebih saat memasuki trimester kedua, ketika janin mulai tumbuh, saya mulai kesulitan untuk menemukan posisi tidur yang nyaman. Ditambah lagi saya harus merasakan gangguan tidur lainnya mulai dari sering buang air kecil, denyut jantung semakin meningkat, kram kaki sampai sakit pinggang dan punggung.

Photo by Olliss on Unsplash
Padahal, posisi tidur yang nyaman, tak hanya membuat saya memiliki waktu istirahat yang cukup, tapi juga membuat saya dan si kecil tetap sehat selama kehamilan.

Saya yang tadinya sering tidur dengan posisi sembarangan jadi mikir-mikir lagi gimana caranya bisa tidur dengan nyaman ya. Tapi lama-kelamaan, saya mulai menemukan posisi tidur yang nyaman yakni miring ke kiri sambil memeluk guling. Meski sudah merasa nyaman, saya kemudian perlu mencari tahu apakah posisi tidur ini sudah aman saat dilakukan selama kehamilan.

Disclaimer: Saya bukan ahli pada ilmu kandungan dan kebidanan. Lewat tulisan ini saya hanya ingin berbagi dan semoga bisa menginspirasi :)

Rupanya benar, posisi tidur yang aman selama kehamilan adalah SOS (Sleep On Side) alias tidur miring. Bahkan posisi yang lebih baik adalah miring ke kiri. Apa alasannya? Menurut berbagai sumber yang saya baca dan keterangan para ahli, tidur miring ke kiri akan memperlancar siklus aliran darah dan nutrisi menuju rahim serta janin. Selain itu, posisi tidur menyamping ke kiri juga dapat mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki. Hal ini karena posisi tersebut membuat ginjal bekerja lebih optimal dalam membersihkan zat sisa dan cairan dari tubuh. Nah, kalau ginjal nggak bisa bekerja optimal, ibu hamil bisa bengkak di bagian tubuh tertentu seperti kaki.

Lantas bagaimana dengan posisi tidur yang lain, seperti telentang misalnya, apakah aman?

Tidur dengan posisi telentang tidak dianjurkan oleh para ahli terutama pada usia kehamilan 15-20 minggu karena ukuran rahim yang mulai membesar dapat menekan pembuluh darah balik (pembuluh vena) yang ada di rongga perut. Akibatnya, aliran darah di tubuh bumil jadi nggak lancar dan bumil bisa merasakan pusing. Selain itu, tidur dengan posisi telentang bisa menghambat aliran darah utama menuju seluruh tubuh bumil, termasuk ke janin.

Selain menurut sumber yang saya baca, setelah saya berkonsultasi dengan dokter dan bertemu dengan bidan, mereka memang merekomendasikan posisi tidur bagi ibu hamil adalah miring ke kiri. Dan biar lebih nyaman lagi, bumil bisa mencoba untuk memposisikan kaki kiri lurus dan menekuk kaki kanan kemudian menggunakan bantal di antara kaki sebagai penyangga. Cara ini saya dapatkan dari seorang bidan sekaligus penulis buku, Yesie Aprillia saat mengikuti Prenatal Yoga Class, beberapa waktu lalu.

Tapi nih, selain menurut para ahli, nggak jadi masalah bila ada bumil yang merasa lebih nyaman untuk tidur dengan posisi lainnya seperti miring ke kanan. Menurut saya, nggak perlu pusing-pusing mikirin tentang posisi tidur karena masing-masing ibu hamil pasti punya posisi tidur yang nyaman menurut mereka. Ya nggak?

Stay happy and positive! Thanks for reading!


You Might Also Like

1 comments

  1. Waktu hamil, ku beli bantal khusus mbak. Lumayan membantu sih ngak bikin pegel saat tidur.

    BalasHapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya