Menjadi Sarjana Biologi

19.00

Tepat dua bulan saya nggak menulis di blog ini. Perubahan hormon dan kondisi fisik serta berbagai keluhan yang menganggu aktivitas sehari-hari bisa dibilang sebagai penyebabnya. Bukan karena sakit tapi karena saat ini saya tengah hamil. Jadi dua bulan kemarin saya benar-benar manfaatkan sepenuhnya untuk beradaptasi dengan kondisi kehamilan dan menjaga kesehatan. Rasanya hanya ingin istirahat sepulang kerja dan hanya ingin menulis untuk memenuhi kewajiban pekerjaan saja. 

Tapi Alhamdulillah sekarang kondisi fisik sudah mulai membaik, sudah jarang mual dan muntah dan terasa jauh lebih semangat untuk menyibukkan diri kembali.

Dan di bulan Agustus ini rencana menyibukkan diri harus saya mulai juga dari 'rumah maya' ini. Entah mengapa hasrat untuk menulis sedang bertubi-tubi akhir-akhir ini. Jadi mari rutin menulis, lagi!


Ok, sudah sejak lama saya ingin berbagi mengenai perjalanan karier serta pekerjaan saya saat ini. Dan tulisan kali ini saya mulai dengan pertanyaan-pertanyaan seputar background pendidikan yang saya pelajari dan hubungannya dengan pekerjaan saya saat ini sebagai reporter media online.

Nah, beberapa waktu belakangan saya tergelitik mengenai pertanyaan seputar, "Loh kamu lulusan Biologi? Kok bisa sih kerja di media?" "Kenapa nggak jadi dosen atau peneliti aja, kan sayang ilmunya?"

Pertanyaan-pertanyaan ini sering banget dilontarkan oleh orang-orang yang baru mengenal saya bahkan mereka yang sudah mengenal saya. Tapi saya baru gatel akhir-akhir ini karena ternyata ada saja yang bertanya dengan nada nyinyir bahkan sampai bawa-bawa nama kampus atau gelar.

Selama ini sih selalu saya tanggapi dengan santai dan sesekali bercanda. Tapi kalau pertanyaannya terlalu dalem dan saya juga pas lagi sensitif jadinya kan sebel juga.

Tak bisa dipungkiri kalau hari gini masih banyak orang yang menganggap bahwa seorang sarjana Biologi ujung-ujungnya bakal jadi pengajar atau peneliti. Padahal sebenarnya banyak sekali lowongan pekerjaan di bidang lain, lho. Bahkan di bidang yang nggak disangka-sangka seperti media. Selain itu prospek dan peluang kerja lulusan Biologi juga luas.

Sarjana Biologi nggak hanya dibutuhkan untuk menjadi pengajar di perguruan tinggi maupun swasta dan menjadi peneliti. Atau bekerja di perusahaan industri pangan dan bidang kementrian. Tapi juga bisa menjadi pengusaha, host acara petualangan bahkan bagi yang mencintai dunia fotografi tapi kuliahnya di Biologi juga bisa-bisa aja jadi wildlife photographer. Pernah kebayang sampai situ nggak?

Lantas bagaimana bisa akhirnya saya memilih bekerja di media? Prosesnya begitu panjang.

Nah, kalau dari pengalaman saya pribadi sih dari awal kuliah di jurusan Biologi emang udah setengah hati. Karena ketertarikan saya sebenarnya lebih kepada jurusan sosial. Tapi karena sejak SMA sudah jadi 'anak IPA' dan kalau harus nambah belajar IPS rasanya kok nggak mampu lagi otaknya, jadi ya mau nggak mau pilihan jurusan hanyalah tertuju pada ilmu sains. Apalagi waktu itu saya jadi angkatan pertama yang merasakan sistem Ujian Nasional dengan 6 mata pelajaran yang diujikan. Sebagai 'anak IPA' itu sudah menjadi tantangan yang cukup berat. Jadi fokus saya kala itu hanyalah gimana caranya lulus dengan nilai melebihi standar minimal kelulusan. Cukup. Kuliah dimana jurusan apa dipikir kemudian.

Setelah belajar mati-matian demi bisa lulus SMA baru kemudian saya berjuang untuk seleksi masuk perguruan tinggi idaman. Saya mengakui belajar giat waktu itu. Tapi sejak awal saya sudah menetapkan untuk masuk ke jurusan sains saja dan melepas keinginan saya untuk masuk ke jurusan sosial. Alasannya karena kalau harus belajar IPS rasanya sudah lelah otaknya usai dibabat habis di Ujian Nasional.

Yes, singkat cerita. Saya akhirnya diterima di Fakultas Biologi UGM lewat jalur UM UGM. Alhamdulillah, Bener-bener nggak nyangka bisa lolos jadi mahasiswa UGM. Sampai sekarang kalau diinget-inget itu semua berkat doa Ibu. Suer. Karena meski sudah belajar giat, saingan untuk masuk UGM sangatlah ketat dan banyak lulusan SMA yang jauh lebih pintar dari saya.

Meski merasa bersyukur bisa diterima di UGM dan bisa menjalani rutinitas kuliah dengan baik, namanya perasaan nggak bisa dibohongi. Sejak awal udah setengah hati, memasuki semester tiga saya mulai frustasi. Banyak ngeluhnya, sering marah-marah dan males-malesan buat berangkat kuliah. Sempat memberontak ke orangtua untuk pindah jurusan dan masuk sekolah broadcasting. Tapi Ibu saya nggak pernah henti-hentinya menenangkan dan menghentikan niat saya. Selain diingatkan kalau untuk bisa jadi mahasiswa UGM itu bukanlah hal yang mudah, Ibu saya mengatakan bahwa pasti ada alasan mengapa ALLAH menempatkan saya di posisi demikian.

Saya akhirnya mengalah dan mencoba meredam keinginan untuk pindah jurusan. Mencoba menjalani kesibukan sebagai mahasiswa Biologi dan berpikir positif pasti ada kebahagiaan atau manfaat yang bakal saya rasakan kemudian. Biar betah kuliah, saya juga mencoba menyibukkan diri dengan berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan mahasiswa. Selain itu saya juga rutin menulis untuk majalah kampus, biar kerjaannya nggak cuma nulis laporan praktikum doang. Hehe.


Alhamdulillah, 4,5 tahun betah juga jadi mahasiswa Biologi dan akhirnya lulus dengan nilai memuaskan. Nggak cumlaude sih emang, tapi bagi saya itu udah jadi pencapaian membanggakan. Bisa lulus di jurusan yang nggak sepenuhnya saya senangi.

Lalu kembali lagi ke pertanyaan yang sering dilontarkan, kenapa akhirnya bisa kerja di media?

Saya senang menulis dan nggak disangka kebiasaan saya menulis selama kuliah nyatanya membawa manfaat dalam pekerjaan saya. Termasuk kebiasaan nulis laporan praktikum kali ya. Haha. Ditambah lagi sejak SMA saya memang sudah aktif mengikuti kelas jurnalistik, jadi bukanlah perkara yang sulit untuk menulis suatu cerita atau artikel berita. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan.

Suka menulis kemudian perusahaan yang saya incar sejak lulus kuliah memang media. Ya meski berbagai bidang pekerjaan pernah saya lakoni, nyatanya kecintaan saya pada dunia jurnalistik dan keinginan saya bekerja di perusahaan media diberkahi oleh semesta dan dizinkan oleh Tuhan. Alhamdulillah. Jadilah saya saat ini, seorang sarjana Biologi yang bekerja di perusahaan media online.

Bismillah semoga selalu berkah dan bisa membawa manfaat buat semua orang. Amin!


Well, yang pernah merasakan sama seperti apa yang saya alami, boleh lho nyampah di kolom komentar. Atau yang sama-sama jadi sarjana Biologi tapi kerjaannya sering dibilang nggak nyambung sama kuliahnya juga boleh curhat. Dan yang mungkin masih kuliah di jurusan yang nggak senangi, coba dulu dijalani, karena kita tidak pernah tahu kebaikan apa yang tersembunyi di sela-sela perasaan untuk ingin pergi.

Terimakasih sudah mampir sampai sini dan meluangkan waktu untuk membaca curahan hatiku ini ya, mwah!

You Might Also Like

0 comments

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya