7 Aturan yang harus diperhatikan jika memiliki pekerjaan sampingan

07.00


Bagi seorang karyawan kantoran seperti saya, bekerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, setiap hari Senin sampai Jumat bahkan Sabtu dan Minggu, adalah rutinitas wajib yang mau tak mau tetap harus saya lakukan demi bisa menghidupi diri sendiri dan membantu penghasilan suami. Pekerjaan sebagai reporter sudah saya jalani selama hampir 3 tahun. Meski terkadang merasa lelah, saya tetap senang dan bersyukur karena bidang pekerjaan inilah yang saya inginkan sejak duduk di bangku kuliah.

Jadi meskipun lelah, tak jadi masalah. Toh kalau saya merasa lelah, saya tinggal beristirahat atau melakukan sesuatu yang membuat semangat dan energi saya kembali terisi. Lagipula, lelah itu wajar, capek itu lumrah, setiap orang pasti akan merasakannya. Bagi saya, lelah ada pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang diperjuangkan. Asalkan yang terpenting adalah lelah yang dirasakan itu demi kebaikan atau membawa kebaikan.

Ada banyak cara yang biasanya saya lakukan untuk mengobati rasa lelah karena pekerjaan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan memiliki pekerjaan sampingan. Wah, apa nggak tambah capek tuh? Apalagi kalau pekerjaan kantor sudah menyibukkan, bagaimana bisa saya malah memilih untuk memiliki pekerjaan sampingan?

Alhamdulillah, selama ini, sesibuk apapun pekerjaan di kantor, saya masih bisa memiliki waktu dan kesempatan untuk memiliki pekerjaan sampingan. Bagi saya, dengan memiliki pekerjaan sampingan tak hanya sebatas untuk menambah pendapatan, namun juga dapat mengasah kemampuan saya lainnya di luar pekerjaan utama saya sebagai reporter. Dan manfaat yang paling saya rasakan dengan memiliki pekerjaan sampingan adalah saya jadi punya ruang untuk refreshing dengan bertemu orang-orang baru, mendengar kisah mereka dan seringkali merasakan energi positif dari mereka.

Pekerjaan sampingan yang sedang saya lakoni saat ini nggak jauh-jauh dari menulis yaitu content writer. Saat ini saya menulis konten web atau artikel untuk dua perusahaan. Keduanya sama-sama perusahaan fashion. Beruntung, dua perusahaan ini tidak membebankan jumlah konten yang terlalu banyak dalam satu bulan. Jadi tidak mengganggu pekerjaan utama dan saya jadi bisa mengatur waktu sebaik mungkin untuk prioritas lain selain pekerjaan.

Nah, seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya orang yang saya kenal, seringkali saya menemui juga orang-orang yang memiliki pekerjaan sampingan. Sebagai contoh banyak pekerja kantoran yang masih bisa menjalankan hobinya dan menghasilkan uang. Beberapa dari mereka, membuat saya terinspirasi dan termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Namun, ada juga yang membuat saya geleng-geleng kepala karena terlalu asik dengan pekerjaan sampingan dan mengesampingkan pekerjaan utama.

Ya, sebenarnya menerima dan memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama adalah hak siapa saja dan sah-sah saja dilakukan. Asalkan yang terpenting mereka tetap memiliki aturan dan etika.

So, berdasarkan pengalaman pribadi dan dilihat dari kacamata saya sendiri, kali ini saya mau sharing soal aturan apa aja sih yang harus diperhatikan jika ingin memiliki pekerjaan sampingan. Apa saja ya? Here we go!

1. Pelajari kontrak dengan teliti.

Buat kamu yang bekerja sebagai karyawan kantoran, sebaiknya pelajari terlebih dahulu kontrak yang diberikan dari perusahaan utama tempat kamu bekerja. Pastikan perusahaan memiliki kebijakan untuk tidak melarang karyawan memiliki pekerjaan sampingan. Nah, setelah kamu memahami kontrak dengan teliti, baru deh kamu bisa menerima tawaran pekerjaan sampingan yang diberikan.

2. Pilihlah pekerjaan sampingan yang sesuai dengan passion.

Tidak mudah memang menemukan pekerjaan sampingan yang sesuai dengan passion. Namun, apabila kamu bekerja sesuai dengan passionmu akan membuatmu lebih bersemangat dalam mempelajari dan menjalani hal-hal baru. Apalagi kalau pekerjaan utamamu tidak sesuai dengan passion, pekerjaan sampingan bisa menjadi 'pelarian' yang menyenangkan. Selain itu, bekerja di bidang yang kamu sukai seolah membuat energimu selalu positif dan tak pernah habis untuk mengerjakan pekerjaan. Dan bagi sebagian orang, bekerja sesuai passion akan membuat segala beban pekerjaan terasa ringan dan semuanya dijalani tanpa kenal kata bosan.

3. Pekerjaan sampingan bukanlah saingan dari perusahaan tempat kamu bekerja.

Sebaiknya sih, bidang pekerjaan sampingan yang kamu lakoni bukanlah bidang sejenis dengan perusahaan utama kamu atau bahkan merupakan perusahaan saingan. Hal ini untuk mengantisipasi konflik kepentingan antar perusahaan. Kalau kamu ragu, kamu juga bisa bertanya kepada pimpinan perusahaan apakah diperbolehkan menerima pekerjaan sampingan dari perusahaan saingan.

4. Disiplin dan mengatur waktu sebaik mungkin.


The key to successful side job is often to time management.

Memiliki lebih dari satu sumber penghasilan memang menyenangkan. Namun itu berarti waktumu juga akan semakin berkurang dan tantangan pekerjaan akan semakin bertambah. Penting untuk mengatur waktu sebaik mungkin dan disiplin dalam menjalankan dua pekerjaan sekaligus. Selain mengatur waktu untuk bekerja, yang nggak kalah penting juga adalah tetap meluangkan waktu untuk istirahat atau aktivitas lain yang membuatmu senang dan terbebas dari beban pekerjaan.

5. Jangan mengerjakan dua pekerjaan sekaligus.



Belajar untuk bisa multitasking memang nggak ada salahnya, tapi kalau mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus malah membuatmu jadi nggak fokus, sebaiknya memang tidak mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Disadari atau tidak, saat kita mengerjakan dua pekerjaan sekaligus bahkan lebih, pikiran kita akan terfokus pada salah satu pekerjaan. Selain itu, saat kita mengerjakan dua pekerjaan dalam waktu bersamaan, pekerjaan kita akan semakin lambat dan semakin sulit untuk berkonsentrasi.

Saran saya sih, kerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu. Misalnya nih, kalau kamu lagi di kantor, fokus dan selesaikanlah pekerjaan kantor. Jangan sampai kamu dibuat pusing atau keteteran oleh pekerjaan sampingan saat kita sedang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan kantor.

6. Ketahui batas kemampuan diri.

Tubuh kita bukanlah robot. Tetap butuh istirahat agar selalu sehat. Kalau pekerjaan sampingan kamu saat ini malah membuat energimu terkuras habis bahkan sampai sakit-sakitan, sebaiknya berhenti saja. Fokuslah pada pekerjaan utama dan pergunakan waktumu untuk kepentingan lain.

7. Pekerjaan utama tetaplah prioritas pertama.

Meski kamu senang mengerjakan pekerjaan sampingan dan mendapatkan banyak penghasilan, bagaimana pun pekerjaan utama adalah prioritas utama. Jangan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sampingan, kamu jadi melupakan kewajiban di pekerjaan utama.

Nah, buat teman-teman yang sama-sama punya pekerjaan sampingan, ada yang mau menambahkan aturan di atas nggak nih? Silahkan tinggalkan di kolom komentar, yah. Thanks for reading and have a nice day!


You Might Also Like

2 comments

  1. Asyik kalau kerjaan sampingan sesuai pasion. Sebab kerjaan utama kadang sedapetnya "dulu", heheh *curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, meski capek tapi seneng kerjanya. Semangat!

      Hapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya