Pengen Veneer Gigi? Ini 3 Hal Yang Harus Diperhatikan

21.00

O-smile Influencer Gathering

Menggunakan kawat gigi atau yang dikenal dengan nama behel atau bracket menjadi salah satu gaya hidup yang dilakukan oleh perempuan dan beberapa pria zaman now. Di Indonesia, tren behel memang sempat booming beberapa waktu lalu. Terbukti dengan banyaknya perempuan muda yang terlihat memakai behel di bagian gigi atas maupun bawah. Padahal kalau mau menengok masa lalu, pengguna behel justru diolok-olok dengan ledekan bernada negatif. Disebut mirip Betty La Fea misalnya. Nggak heran kalau beberapa tahun lalu pengguna behel akan merasa minder dan nggak percaya diri untuk memakainya.

Beda di zaman now, memakai behel justru dianggap sebagai sebuah tren gaya hidup dan lekat dengan kesan anak gaul atau kece bahkan anak orang kaya. Tapi sayangnya banyak juga pengguna behel yang memakainya dengan tujuan mengikuti tren. Asal ikut-ikutan. Padahal nggak bisa asal datang ke dokter dan pasang behel sesukanya. Setidaknya harus ada alasan khusus mengapa seseorang sampai harus menggunakan behel. Ya nggak?

Nah, setahun belakangan, fenomena behel udah tergeser oleh tren veneer gigi. Apa tuh? Jadi veneer gigi merupakan suatu prosedur melapisi gigi dengan bahan tertentu (komposit atau porselen) untuk mempercantik penampilan gigi yang semula berwarna kusam, gigi yang rusak atau patah, gigi tidak rata atau memiliki jarak yang terlalu renggang. Jenis perawatan gigi ini biasanya dilakukan oleh seseorang demi mendapatkan gigi yang putih. Selain itu veneer gigi juga dipakai untuk membuat gigi kelinci tiruan.

Banyak selebriti Indonesia yang ikut meramaikan tren veneer gigi. Mereka bahkan rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk melakukan perawatan ini. Ya, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu gigi memang terbilang mahal, jutaan rupiah gitu lho.

By the way, fenomena veneer gigi yang semakin nge-tren di Tanah Air ini juga dibahas dalam acara O-smile Influencer Gathering yang saya hadiri pada Sabtu (28/4) lalu di Cielo 37 Grados by Javanegra (Grand Aston Hotel Yogyakarta). Seneng deh, di event tersebut saya nggak hanya belajar mengenai kesehatan dan perawatan gigi tapi juga hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita ingin melakukan perawatan gigi seperti veneer. Penjelasan lengkap mengenai veneer gigi dan perawatan gigi lainnya disampaikan oleh drg. Alexius Eron Tondas, SpPros.

Dokter Eron menjelaskan mengenai pentingnya merawat gigi dan berbagai jenis perawatan gigi yang bisa dilakukan.

Jadi, ketika veneer gigi semakin tren di Indonesia, drg. Alexius Eron Tondas, SpPros menyampaikan kalau ternyata veneer gigi nggak bisa dilakukan oleh sembarang dokter alias dokter gigi abal-abal. Benar-benar harus dilakukan oleh tenaga medis yang profesional. Nggak mau dong kalau hasilnya nanti berakibat fatal. Selain itu dokter Eron juga mengungkapkan kalau ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika seseorang ingin melakukan veneer gigi, antara lain yaitu kondisi gigi, skin tone dan eye color.

1. Kondisi gigi

Sebelum melakukan veneer, kondisi gigi dan mulut harus dipastikan dalam keadaan baik dan sehat. Apalagi kalau ada posisi gigi yang susunannya tidak rapi. Sehingga perlu pemeriksaan berkala setiap enam bulan untuk memeriksa dan memperbaiki kondisi gigi jika ada yang perlu diperbaiki. Sebagai contoh adalah kondisi gigi yang tonggos sehingga perlu dibehel terlebih dahulu seperti pada gambar di bawah ini.

Veneer Gigi
Contoh kasus posisi gigi rahing atas yang jauh lebih maju dibanding gigi rahang bawah. Posisi rahang bawah juga miring. Kalau di-veneer makin kelihatan tonggos, sehingga perlu dibehel terlebih dahulu.
foto: drg. Alexius Eron Tondas, SpPros


2. Skin tone

Setelah memastikan kondisi gigi dalam keadaan baik, memperhatikan warna kulit masing-masing juga nggak kalah penting untuk penentuan warna veneer gigi. Pasalnya, warna gigi yang sama hasilnya akan berbeda pada orang dengan skin tone berbeda. Orang berkulit putih cenderung lebih cocok dengan warna gigi yang lebih putih pula.

Veneer Gigi
Warna kulit jadi salah satu hal yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan veneer gigi.
foto: drg. Alexius Eron Tondas, SpPros


3. Eye color

Selain warna kulit, warna mata juga jadi salah satu hal yang harus diperhatikan untuk penentuan warna veneer yang natural. Biasanya, warna mata (iris) manusia di satu tempat dan tempat lain berbeda, misalnya seperti warna mata kita sebagai orang Asia yang kebanyakan berwarna hitam atau cokelat. Begitu pula dengan warna bagian mata yakni sklera yang mungkin sekilas berwarna putih tapi warna putih setiap orang berbeda-beda lho ternyata.

Veneer Gigi
Eye color jadi salah satu patokan dalam penentuan warna veneer gigi yang natural.
foto: drg. Alexius Eron Tondas, SpPros

"Kondisi gigi, skin tone, dan eye color jadi beberapa 'patokan' untuk penentuan warna veneer gigi yang natural. Selain patokan tersebut, yang perlu diperhatikan buat teman-teman yang mau veneer adalah veneer sama seperti renovasi rumah diperlukan pondasi yang kuat, begitu juga dengan veneer. Veneer itu perawatan kosmetik jadi jangan sampai merusak kesehatan gigi," ungkap dokter Eron.

Selain sharing soal tren veneer gigi, jenis perawatan gigi dan kesehatan mulut, dalam event tersebut juga ada sesi perkenalan Brand Ambassador O-smile 2018. Sebelumnya O-smile mengadakan Ambassador Hunt yang dikuti oleh anak muda berbakat dan tentunya memiliki gigi yang sehat dari beberapa kota besar di Indonesia. Setelah lolos seleksi oleh dewan juri, terpilih lah 2 orang pemenang (1 cewek dan 1 cowok) sebagai Brand Ambassador O-smile 2018. Mereka adalah Ghassani Karamina dari Sumedang dan Hady Dermawan dari Yogyakarta. Saat bertemu dengan mereka di event Influencer Gathering With O-smile, keduanya memang berbakat dan memiliki gigi yang rapi dan tampak sehat. Wah, jadi minder deh sama kondisi gigi sendiri!

Brand Ambassador O-smile 2018
drg. Prisca Bernadeti, MPH, SpKG memperkenalkan Brand Ambassador O-smile 2018

Melihat kondisi gigi kedua Brand Ambassador O-smile selain bikin minder juga bikin saya teringat kapan ya terakhir melakukan perawatan gigi? Saya ingat-ingat ternyata sudah sangat lama sekali. Kalau nggak salah zaman masih jadi anak kuliah dulu saya masih rutin melakukan perawatan gigi seperti scaling. Wah, udah lama sekali ya? Padahal menurut drg. Alexius Eron Tondas, SpPros sebaiknya rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. Ok deh kalau gitu saya harus meluangkan waktu dan tentu saja anggaran untuk melakukan perawatan gigi di O-smile Laser Dental Care.

O-smile Influencer Gathering

O-smile Influencer Gathering

O-smile Influencer Gathering


Kenapa saya memilih O-smile? Ya karena O-smile Laser Dental Care merupakan pusat perawatan gigi dengan menggunakan teknologi tinggi yang terpercaya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam menunjang penampilan. Udah gitu, O-smile juga didukung oleh lebih dari 30 dokter gigi spesialis. Masing-masing dokter telah dilengkapi dokumen resmi yang disyaratkan dan diperlukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jadi meskipun saya belum pernah melakukan perawatan gigi di O-smile Laser Dental Care, saya yakin akan jadi pilihan yang tepat untuk melakukan perawatan gigi di klinik yang berada di bawah bendera Natasha Group ini.

Lebih menyenangkan lagi ternyata O-smile Laser Dental Care memiliki 7 cabang yang tersebar di kota besar di Indonesia. Mulai dari Semarang, Bandung, Bekasi, Bali dan tentu saja Yogyakarta. Jadi dengan banyaknya cabang yang dimiliki, saya bisa memilih untuk melakukan perawatan di kota-kota besar tersebut. Atau kalau semisal saya lagi di luar kota Yogyakarta, bisa datang ke cabang O-smile Laser Dental Care lainnya.

Selain didukung oleh dokter gigi terpercaya dan punya banyak cabang, O-smile Laser Dental Care juga menawarkan berbagai pilihan perawatan gigi yang super lengkap. Mau membersihkan karang gigi bisa, melakukan pemasangan kawat gigi, pemasangan gigi tiruan permanen dan pemasangan gigi palsu bisa banget, sampai melakukan pemutihan gigi dengan teknologi laser atau melakukan veneer gigi juga bisa. Wah lengkap beneran kan? Kalau saya sendiri sih tertarik untuk melakukan perawatan gigi yang simpel aja seperti membersihkan karang gigi. Soalnya kalau mau veneer gigi harus mikir 20 kali kayaknya dan mendingan uangnya buat si kecil aja. Maklum, biaya untuk veneer gigi mahal say! Eh tapi kalau teman-teman tertarik melakukan veneer gigi di O-smile Laser Dental Care, paling nggak harus menyiapkan uang minimal Rp 1 juta/gigi.

"Untuk O-smile Jogja, harga veneer porcelain (indirect veneer) Rp 3 juta/gigi, sementara untuk veneer composite (direct veneer) Rp 1 juta/gigi. Harga tersebut berbeda-berbeda untuk setiap cabang O-smile Dental Care," kata dokter Eron.

Gimana, tertarik untuk melakukan perawatan gigi apa nih atau malah mau veneer gigi? Well, apapun pilihan teman-teman sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu ke dokter gigi terpercaya ya.

Thank you O-smile for having me di event yang seru dan menyenangkan ini. Kita semua senang karena nggak cuma dapat ilmu tapi juga bisa networking dengan teman-teman influencer di Yogyakarta. Sukses selalu untuk O-smile Laser Dental Care!

Jadi, kapan nih kamu mau melakukan perawatan gigi di O-smile Laser Dental Care? Bareng yuk~

O-smile Influencer Gathering
Berfoto bersama para influencer, dokter gigi di O-smile, dan Brand Ambassador O-smile 2018.


You Might Also Like

1 comments

  1. Wah baru tau kalo warna mata jadi patokan buat nentuin warna gigi yang mau diveneer :o

    BLOG | INSTAGRAM | TWITTER

    BalasHapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya