Yogyakarta Independent School: Sekolah Internasional di Yogyakarta

18.00

Bulan Februari tahun depan, Arsa genap berusia 2 tahun. Nggak terasa, Arsa udah tumbuh besar aja, kayaknya baru kemarin lahir terus bisanya cuma nangis, buang air besar dan tentu saja nenen. Eh sekarang lagi senang-senangnya bermain, lari ke sana kemari. Alhamdulillah yang penting Arsa sehat dan bahagia, itu sudah lebih cukup bikin saya semangat untuk tetap kerja keras bagai kuda.

Menuju 2 tahun itu artinya saya juga harus mempersiapkan biaya sekolah Arsa (Kelompok Bermain). Jadi ya bisa dibilang setahun ini (sampai tahun-tahun seterusnya), bekerja demi biaya sekolah anak menjadi prioritas saya. Kok segitunya 'ngoyo' bekerja? Iya karena saya sadar betul pendidikan itu penting dan biaya sekolah anak di zaman sekarang itu nggak murah, apalagi kalau kita sebagai orangtua pengin anak memperoleh pendidikan di sekolah terbaik. Tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit bukan?

Saya sadar akan 'mahalnya' biaya sekolah anak sejak menitipkan Arsa di Tempat Penitipan Anak (TPA) atau istilah kerennya daycare. Sejak usia 5 bulan, Arsa sudah saya titipkan di TPA terdekat dari rumah karena usai cuti melahirkan saya harus kembali bekerja. Begitu pun dengan suami yang tentu saja harus bekerja. Maka menitipkan anak di daycare menjadi pilihan kami berdua yang mau nggak mau harus dijalani. Namun seiring berjalannya waktu, saya tak menyesali keputusan tersebut, malah justru merasa terbantu dengan menitipkan anak di daycare. Saya juga melihat tumbuh kembang Arsa juga bisa terstimulasi dengan baik. Nggak kebayang kalau Arsa cuma di rumah aja, kemampuan bahasa, interaksi sosial dan life skill-nya apakah bisa berkembang...


Sekarang, sudah hampir 1,5 tahun Arsa saya titipkan di daycare. Dan itu artinya sudah selama itu saya membayar biaya daycare. Alhamdulillah sampai saat ini saya dan suami masih mampu untuk membayar biaya sekolahnya karena memang kita memilih daycare yang terjangkau, menyesuaikan kemampuan kita namun tetap mengutamakan kebutuhan Arsa. Namun bukan berarti saya tak pernah melirik daycare lainnya. Sering malah dan pernah berpikiran untuk pindah. Tapi karena sudah terlanjur membayar biaya tahunan sekolah sampai tahun depan, saya urungkan niat tersebut.

Eh tapi bukan berarti saya kemudian berhenti melirik sekolah lain ya. Untuk daycare memang saya memutuskan untuk di tempat biasanya, namun untuk program kelas Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-Kanak bahkan Sekolah Dasar, saya tetap mencoba survei ke sekolah (negeri maupun swasta) lainnya. Saya akui memang selama ini saya belum pernah niat survei sampai mendatangi langsung daycare atau sekolah lainnya yang menyediakan program kelas Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-Kanak. Maklum sibuk bekerja siang malam bagai kuda.

Yogyakarta Independent School
foto: yis-edu.org

Beberapa waktu lalu saya mampir ke Yogyakarta Independent School sepulang dari kantor. Setiba di YIS ternyata lagi ada Poetry Performance Night untuk siswa-siswi Grade 9 dan 10. Acara ini semacam pertunjukan puisi yang mengharuskan mereka untuk berbicara dengan bahasa puisi bukan membaca. Iseng deh saya posting di Instagram Story aksi mereka saat tampil.

Yogyakarta Independent School

Eh bukannya salah fokus sama siswa-siswi bule, DM Instagram saya malah langsung banjir pesan dari teman-teman followers yang mengira kalau saya lagi survei sekolah buat Arsa. Kemudian saya berpikir kenapa nggak sekalian survei sekaligus kenalan lebih lanjut dengan Sekolah Internasional di Yogyakarta ini. Apalagi banyak yang penasaran dengan Yogyakarta Independent School, terutama soal biaya sekolahnya.

So, kenalan lebih dekat dulu yuk sama sekolah internasional di Yogyakarta ini. Simak yah!

Yogyakarta Independent School (YIS)

Jujur saja, saya sebenarnya baru tahu lho kalau ada sekolah internasional di Yogyakarta. Sejauh ini saya cuma tahu kalau di Yogyakarta itu yang jadi incaran ya sekolah negeri dan swasta. Eh ternyata ada juga sekolah internasional yang nggak kalah jadi unggulan dan sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Ya, Yogyakarta Independent School (YIS) ini contohnya. Nyangka nggak kalau YIS ini sudah didirikan sejak tahun 1989 sebagai sekolah unggulan di Yogyakarta untuk pendidikan dasar dan menengah internasional berdasarkan kurikulum internasional.


Yogyakarta Independent School
Yogyakarta Independent School


Sebelum tahun 2014, Yogyakarta Independent School bernama Yogyakarta International School. Pantas saja waktu saya mendengar nama 'barunya' kok kayak asing tapi malah lebih familiar dengan kepanjangan YIS sebelumnya. Ternyata sama aja cuma berganti nama saja. Tapi dengan berganti nama menjadi sekolah independen, YIS jadi lebih terbuka untuk menerima siswa dari berbagai macam kewarganegaraan, jenis kelamin, suku, dan agama atau kepercayaan. Tadinya siswa-siswi di YIS lebih banyak warga negara asing soalnya, sekarang udah banyak WNI yang bisa sekolah di sini.

Yogyakarta Independent School
Siswa-siswi di YIS hanya 40% yang merupakan WNA, sisanya adalah warga negara Indonesia.

Yogyakarta Independent School beroperasi di bawah yayasan yang berbadan hukum dan memiliki izin resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia serta terakreditasi, dan merupakan anggota East Asia Regional Council of Overseas Schools (EARCOS). Apa itu EARCOS? Ya semacam organisasi dewan sekolah untuk regional Asia Timur yang mana anggotanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama selama program pendidikan.

YIS adalah satu-satunya sekolah berkurikulum IB di Yogyakarta. International Baccalaureate (IB) adalah yayasan pendidikan internasional yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, dan memiliki empat program pendidikan formal, meliputi:
  1. IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun
  2. IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-16 tahun
  3. IB Diploma Programme (DP) untuk usia 16-19 tahun
  4. IB Career-Related Programme (CP) untuk usia 16-19 tahun
Yogyakarta Independent School (YIS) sendiri sudah resmi menjalankan tiga program pendidikan yaitu:
  1. IB Primary Years Programme (PYP) / PAUD dan SD
  2. IB Middle Years Programme (MYP) / SMP
  3. IB Diploma Programme (DP) / SMA

Biaya sekolah di YIS, mahal ya?

Nggak cuma teman-teman, saya sendiri juga awalnya berpikiran kalau biaya sekolah di Yogyakarta Independent School (YIS) pasti mahal. Tapi setelah saya bertemu langsung dengan Kepala Sekolah YIS, Kimberly Kingry, saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan alasan kenapa biaya sekolah di YIS sering disebut mahal (oleh kebanyakan orangtua) dan keunggulan apa saja yang dimiliki YIS dibanding sekolah lainnya, terutama sekolah bilingual yang ada di Yogyakarta.

Biaya sekolah di YIS, menurut saya masih terbilang terjangkau (bagi orang tua yang mampu dan memang paham kebutuhan masa depan anaknya) dibandingkan sekolah internasional di kota-kota besar lainnya. Sudah pasti jauh lebih mahal, secara YIS berlokasi di Yogyakarta. Tahu sendiri kan biaya sekolah di kota besar gimana mahalnya?


Yogyakarta Independent School
Ruang baca yang juga biasa digunakan oleh siswa-siswi di YIS untuk diskusi.

Secara nama, YIS bisa disebut sebagai sekolah internasional karena memiliki lisensi resmi dari standar kurikulum internasional, diantaranya Cambridge Assessment International Education (CAIE) dan International Baccalaureate (IB). Jadi perlu dipahami juga kalau sekolah internasional nggak melulu tentang pengajaran dengan dua bahasa tapi juga harus memiliki sertifikat atau lisensi resmi. Nggak hanya itu, sekolah internasional juga memiliki lebih sedikit mata pelajaran dibanding sekolah nasional. Dengan demikian siswa-siswi di sekolah internasional bisa lebih fokus mendalami suatu bidang yang disukai. Sekolah internasional umumnya juga nggak terlalu formal, ini terlihat dari penggunaan seragam sekolah dan tata letak tempat duduk siswa di ruang kelas. Jadi siswa di sekolah internasional nggak bakalan merasa bosan dengan suasana kelas yang itu-itu saja.

Yogyakarta Independent School
Suasana kelas di Yogyakarta Independent School yang berbeda dengan sekolah-sekolah nasional.

Mengetahui keunggulan dari sekolah internasional, saya jadi semakin yakin kalau kita nggak bisa membandingkan sekolah internasional dengan sekolah nasional. Apalagi soal biaya ya, jelas beda! Mulai dari segi kurikulum, mata pelajaran sampai suasana belajarnya. Itulah mengapa jika ingin menyekolahkan anak di sekolah internasional harus siap mengetahui biaya sekolah yang perlu dipersiapkan. Apalagi bagi orang tua yang pengin anak-anaknya melanjutkan kuliah di luar negeri, sebaiknya memang memilih untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah lanjutan yang berkurikulum IB. Karena sertifikat (ijazah) program IB Diploma Programme (DP) diakui oleh tiga ribuan universitas di seluruh dunia untuk penerimaan mahasiswa baru. Gampangnya, kalau anak sudah punya ijazah tersebut jadi lebih mudah untuk kuliah di luar negeri gitu lho...

Nah, buat teman-teman yang ingin mengetahui 'bocoran' biaya sekolah di YIS bisa tanya langsung via Instagram saya atau kalau mau lebih lengkap bisa menghubungi langsung YIS lewat kontak di bawah ini.


YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL
Jalan Tegal Mlati 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman 55284, DI Yogyakarta
P.O. Box 1175 Yogyakarta 55000
Telp. +62 274 5305147 | 5305148, Fax. 5305148
WhatsApp: 082241044242
Website: yis-edu.org | Email: info@yis-edu.org


Yogyakarta Independent School
foto: yis-edu.org

Jadi, buat para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke Yogyakarta Independent School semangat kerja bagai kuda dan jangan lupa menabung yah! 


















You Might Also Like

0 comments

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya