Play Therapy, layanan terapi terbaru di Jogja Medical Center

18.00

Kids Corner Jogja Medical Center

Halo! Udah bulan Maret aja ya dan resolusi untuk lebih rutin menulis di blog masih jadi PR yang kayaknya susah banget buat dikerjakan. Terbukti, bulan lalu cuma berhasil menulis satu artikel saja. Harap maklum, sebulan lalu pekerjaan sungguh menumpuk kemudian disusul dengan badan minta istirahat karena batuk pilek yang hampir seminggu sembuhnya.

Alhamdulillah sekarang kondisi sudah mulai membaik, ya meski masih sesekali batuk tapi berharap banget bisa segera sehat karena batuk di saat semua orang panik dan takut akan wabah virus Corona sungguh tak mengenakan. Batuk sedikit saja di tempat umum, langsung deh semua mata tertuju. Mau pakai masker tapi kok ya stok masker habis dimana-mana, tapi kalau nggak pakai masker juga nggak enak takut orang lain ketularan. Duh, jadi serba salah!


Untungnya, Sabtu (29/2) lalu pas ada undangan acara Open House Jogja Medical Center (JMC) udah sehat. Intensitas batuk juga udah mulai berkurang. Jadi bisa dengan senang hati menerima undangan tersebut dan mengikuti seluruh rangkaian acaranya. Emang acaranya ngapain sih?


Ok, sebelum saya cerita lebih lengkap tentang acaranya, mau tanya dulu nih, ada yang pernah mendengar tentang Jogja Medical Center belum nih? Buat teman-teman atau bunda-bunda yang menyekolahkan anaknya di Budi Mulia pasti tahu dong karena JMC ini berada di bawah naungan Budi Mulia Foundation (yayasan yang bergerak di dunia pendidikan). Jadi ya masih satu 'keluarga' gitu, JMC sama Budi Mulia... 

JMC adalah sebuah klinik yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan. Tapi jangan berpikir kalau suasana JMC bakalan seperti puskesmas atau rumah sakit yang kadang bikin pasien nggak betah sama aroma atau suasananya! Nyatanya, atmosfer dan suasana JMC modern, comfy, dan homey. Bahkan JMC mengklaim kalau pasien datang ke klinik akan berasa seperti sedang di luar negeri. Ya karena saya belum pernah merasakan klinik di luar negeri seperti apa tapi bagi saya JMC bisa bikin pasien jadi betah dan nyaman ketika berkunjung bahkan berkonsultasi mengenai masalah kesehatan.

Kalau dulu waktu saya pertama kali berkunjung ke Jogja Medical Center, sih, memang ada fasilitas kecantikannya juga, Z Glow Clinic namanya. Tapi waktu kemarin ke JMC klinik kecantikan tersebut sudah tidak ada. Jadi sepertinya JMC saat ini lebih fokus untuk melayani pasien yang ingin mengetahui atau berkeluh kesah mengenai masalah kesehatannya. Tapi yang jadi berbeda adalah pasien yang dilayani tak hanya orang tua saja tapi anak-anak juga bisa datang ke JMC. Karena memang JMC mengusung konsep One Stop Family Center, yang memungkinkan seluruh anggota keluarga mendapatkan pelayanan terbaik sesuai fasilitas yang ada.

Tasniem Fauzia Rais
Tasniem Rais membuka acara Open House sekaligus Room Tour Jogja Medical Center.

Tasniem Fauzia Rais selaku Direktur JMC pun mengatakan kalau fasilitas ruangan untuk terapi di JMC selain didesain detail dan modern juga membuat siapapun yang datang merasa nyaman. "Ketika orang tua dan anak menunggu, JMC menyediakan waiting room special for kids yang membuat anak betah dan betul-betul merasa nyaman," ungkap Tasniem Rais saat membuka acara Open House Jogja Medical Center.

Kids Corner Jogja Medical Center
Kids Corner/Waiting Room yang bisa digunakan oleh anak sebelum masuk ke ruangan terapi.

Tasniem Rais juga mengungkapkan kalau layanan yang ada di Jogja Medical Center tuh lengkap banget! Poli Gigi dan Poli Umum ada, Poli untuk Tumbuh Kembang Anak juga ada. "Jadi sembari anak mendapatkan terapi, orang tua juga bisa tes kesehatan di dokter umum, seperti cek tekanan darah, cek gula, kolesterol, atau check-up/konsultasi dengan dokter gigi," tambahnya.

Usai mendengar penjelasan singkat dari Tasniem Rais, saya dan teman-teman blogger udah nggak sabar buat room tour ke semua ruangan terapi dan melihat fasilitas yang ditawarkan. Wah saya makin tertarik, apalagi tahu kalau Bunda Gesi (Grace Melia) juga menjadi bagian dari layanan terbaru JMC selaku play therapist. Makin nggak sabar deh melihat ruangan play therapy-nya Bunda Gesi.

Tapi...

Sebelum saya diajak berkeliling ke semua ruangan, ada beberapa penjelasan yang dipaparkan oleh psikolog, dokter gigi, dan juga para therapist (okupasi/sensori integrasi dan wicara) dari layanan Tumbuh Kembang Anak di Jogja Medical Center. Ini nih yang saya tunggu-tunggu karena materi yang mereka bawakan sangat bermanfaat bagi seorang ibu. Misalnya saja ketika terapis wicara menyampaikan tentang seorang anak dikatakan terlambat atau gangguan pada bahasa bicara itu indikatornya apa? Sebagai contoh karena Arsa sekarang usianya 2 tahun itu setidaknya dia sudah bisa menggunakan 50 kata dan bisa menunjuk anggota tubuhnya sesuai perintah.

Jogja Medical Center
Jogja Medical Center

Saat ini Arsa sudah bisa menunjuk anggota tubuhnya sih kalau saya tanya tapi untuk penggunaan kata nih yang bikin saya bingung untuk menghitungnya. Jadi, kapan-kapan saya pengin nih mencoba layanan Tumbuh Kembang Anak di Jogja Medical Center. Ya buat konsultasi aja biar sebagai orangtua tetap merasa tenang dan bisa tahu apa yang sebaiknya dilakukan, dipertahankan atau malah dihilangkan ketika merawat dan mendidik anak di usia emasnya ini.

Sudah tercerahkan akan ilmu yang dipaparkan (meskipun saya masih merasa haus ilmu sih tapi kalau kalau presentasinya kelamaan nanti namanya konsultasi dong, ya?) saatnya jalan-jalan keliling ruangan di  Jogja Medical Center...

Dan tentu saja yang jadi perhatian saya kali ini adalah ruangan play therapy-nya Bunda Gesi...

Play Therapy Jogja Medical Center
Grace Melia, terapis yang tersertifikasi secara internasional.

Menurut berbagai sumber yang saya baca dan dari hasil penjelasan Bunda Gesi, play therapy atau terapi bermain merupakan suatu metode konseling untuk anak usia 4-16 tahun yang dilakukan dengan pendekatan bermain sebagai bentuk berkomunikasi dan cara menolong anak dari permasalahan yang dialaminya. Kebanyakan sih, permasalahan yang dialami anak di usia tersebut adalah emosi, perilaku, belajar, atau gangguan mental lainnya yang berasal dari lingkungan sekolah atau bisa juga dari lingkungan terdekat seperti keluarga. Harapannya, ketika anak mengikuti play therapy, emosi yang  mereka rasakan atau pendam bisa teratasi melalui kegiatan bermain. Tentu terapi ini bisa berhasil jika orang tua percaya pada terapis untuk membantu meregulasi emosi, masalah, dan trauma anaknya.

Metode play therapy dinilai efektif untuk diterapkan pada anak karena bermain adalah kegemaran dan dunianya anak-anak. Hasil penelitian yang dilakukan Play Therapy United Kingdom juga menyatakan kalau sekitar 71% anak-anak yang mendapat play therapy menunjukkan perubahan positif. Dan tentunya perubahan tersebut bisa terjadi kalau ada team-work antara terapi dan orangtua. Lewat terapi ini orangtua juga bisa sekaligus belajar lho, bagaimana mempelajari dan menjaga kesehatan mental anak.

Ya kurang lebih seperti itu penjelasan singkat mengenai play therapy. Kalau mau yang lebih lengkap  bisa cek postingan Bunda Gesi di Instagram (@grace.melia) dan bertanya lewat Direct Message. Saya yang tadinya belum begitu paham mengenai metode ini jadi pengin belajar lebih banyak nih. Makanya seneng banget kalau kemarin bisa mendapatkan sedikit ilmu ketika datang ke Jogja Medical Center.


Nah, kalau ada yang tertarik dengan play therapy, bisa langsung ke Jogja Medical Center karena terapi bermain ini jadi salah satu layanan terapi terbaru yang ada di  JMC yang nantinya bakal dibimbing langsung oleh Grace Melia. Grace Melia sendiri selain saya kenal sebagai suhunya parenting blogger juga satu-satunya Play Therapist di Yogya yang tersertifikasi secara internasional dari APAC (Academy of Play & Child Psychotherapy). Nggak heran kemarin tim dari JMC bilang banyak orang tua yang sudah mengantre untuk mencoba layanan play therapy untuk buah hatinya.

Play Therapy Jogja Medical Center
Ruangan play therapy yang jadi layanan terbaru di Jogja Medical Center.

Tapi untuk bisa mencoba layanan play therapy nggak semudah itu, daftar terus langsung ketemu Grace Melia. Orang tua perlu mendaftarkan anak terlebih dahulu untuk ikut terapi dan mengikuti proses yang paling penting yaitu Assessment atau Screening dengan Psikolog Klinis Anak.

Assessment merupakan pengumpulan informasi untuk digunakan sebagai dasar-dasar pengambilan keputusan yang diberikan oleh psikolog yang akan mengkomunikasikan hasil screening. Tujuannya atau fungsinya apa sih assessment ini? Pertama, sebagai dasar pengambilan keputusan. Contohnya, pengambilan keputusan terkait dengan kemampuan dan kompetensi klinis dalam menangani, apakah cukup ditangani sendiri atau harus dirujuk ke profesional lainnya. Kedua, fungsi pembentukan gambaran. Pembentukan gambaran atau model kerja mengenai anak biasanya dilakukan untuk menemukan gambaran mengenai diri anak untuk diteruskan kepada orang lain dalam bentuk laporan. Nantinya gambaran tersebut mempengaruhi penilaian terhadap aspek pribadi anak.

Play therapy Jogja Medical Center
Bunda Gesi menjelaskan mengenai metode bermain dan yang dilakukan selama sesi terapi bersamanya.

Baru deh setelah lolos assessment, anak bisa menjalani terapi yang nantinya kalau sudah selesai akan ada evaluasi bersama dengan psikolog dan terapis. Gitu bunda-bunda, jadi tidak bisa memutuskan sendiri anak harus ikut terapi ini dan itu. Perlu dicek dulu sama ahlinya karena nggak mau dong kalau misalnya anak mendapatkan layanan terapi yang tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Nah, terakhir tapi yang paling penting dan paling sering ditanyakan nih, berapa ya biaya yang dibutuhkan kalau mau terapi di Jogja Medical Center? Ini nih saya kasih daftar lengkapnya...



Terima kasih Bunda Gesi dan Jogja Medical Center atas undangannya, semoga layanan play therapy bisa membantu kehidupan orang tua dan anaknya bebas masalah supaya bisa menikmati dunianya dengan perasaan bahagia. Aamiin!

Play Therapy Jogja Medical Center
Bersama blogger kesayangan, @grace.melia dan @deniathly

Jogja Medical Center, Peace at Heart.






You Might Also Like

0 comments

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya