Review ElsheSkin Anti Aging Serum

18.00

ElsheSkin Anti Aging Serum

Produk-produk skincare dari ElsheSkin udah sejak lama pengen saya coba, terutama serumnya. Tapi kemarin-kemarin, saya masih maju-mundur buat nyobain. Soalnya selama hamil, serum memang jadi salah satu produk skincare yang saya hindari penggunaannya. Baru deh setelah melahirkan dan sekarang masih menyusui, ditambah udah konsultasi dengan dokter kulit, saya akhirnya berani buat nyobain serum dari ElsheSkin. Nah, dari sekian banyak produk serum yang dimiliki ElsheSkin, pilihan saya jatuh kepada ElsheSkin Anti Aging Serum.

Awal saya mencoba serum ElsheSkin jujur karena penasaran sama produk-produk ElsheSkin yang emang happening banget di kalangan beauty enthusiast. Banyak teman-teman blogger yang juga merekomendasikan saya untuk mencoba serum dari ElsheSkin. Kebanyakan sih pada cocok dan jatuh cinta sama ElsheSkin Radiant Skin Serum. Tapi setelah saya berkonsultasi dengan dokter kulit di Elsheskin Clinic, produk yang sebaiknya saya pilih dan coba pertama kali adalah ElsheSkin Anti Aging Serum. Pertimbangan dokter saat itu karena tanda-tanda penuaan sudah semakin terlihat jelas di wajah saya. Maklum, tahun depan udah kepala tiga nih!

Oya, produk-produk skincare dari ElsheSkin memang bisa dibeli over the counter. Tapi menurut saya kalau kamu mau pakai produk ElsheSkin untuk pertama kali sih sebaiknya konsultasi dulu sama dokter kulit di ElsheSkin Clinic. Ya biar makin mantep aja sama pilihanmu dan tentu saja biar sesuai sama masalah kulitmu saat ini. Sayang banget kan, udah beli skincare, eh hasilnya nggak efektif di kulit karena nggak sesuai sama permasalahan atau kebutuhan kulit. Eh tapi kalau kamu nggak memungkinkan untuk datang langsung ke klinik, bisa kok konsultasi secara online dan nantinya kamu akan dibantu oleh customer service untuk memilih produk yang tepat.

Sewaktu saya konsultasi langsung dengan dokter kulit di ElsheSkin Clinic, dr. Dinda Saraswati, SpDV, saya ceritakan semua deh masalah kulit yang saya alami. Kulit saya kering, ada banyak tanda-tanda penuaan di area pipi seperti flek hitam dan freckles. Selain itu kebetulan juga ada bekas jerawat, tapi nggak banyak cuma 1-2 aja jadi nggak begitu saya perhatikan. Fokus saya saat itu memang ingin memudarkan, syukur-syukur bisa menghilangkan tanda-tanda penuaan sih karena memang sudah banyak dan kelihatan banget. Terus saya juga curhat deh pengen nyobain serum anti-aging tapi masih ragu karena kandungannya aman nggak dipakai saat menyusui. Saya juga bertanya rekomendasi serum dari berbagai brand di pasaran. Mana yang kira-kira bisa dipakai untuk pemula seperti saya? Nggak lupa saya juga cerita pengen nyobain serum dari ElsheSkin tapi bingung harus milih dan lebih cocok yang mana...

ElsheSkin Anti Aging Serum
ElsheSkin Anti Aging Serum
ElsheSkin Anti Aging Serum

Akhirnya, saya direkomendasikan untuk mencoba ElsheSkin Anti Aging Serum. Melihat banyaknya freckles dan luasnya area bintik-bintik hitam di pipi, dokter Dinda juga menyarankan saya untuk melakukan treatment laser freckles. Kapan-kapan saya review deh tentang treatment ini. Sekarang saya review ElsheSkin Anti Aging Serum dulu aja ya...

Sesuai sama namanya, ElsheSkin Anti Aging Serum ini merupakan anti aging serum yang fungsinya untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan dini, melembapkan serta merawat elastisitas kulit wajah. Klaim produk ini sih kalau dipakai teratur bakal bikin kulit wajah jadi lebih halus, lembut, terawat elastisitasnya dan terjaga kelembapannya. Lalu beneran bekerja kah fungsi tersebut di kulit saya?

ElsheSkin Anti Aging Serum


Sebelum saya review soal performa ElsheSkin Anti Aging Serum, saya mau ngomongin kemasannya dulu. First impression saya cukup terkesan dengan kemasan ElsheSkin Anti Aging Serum untuk sekelas produk lokal. Packaging luar terlihat simple dengan pemilihan tutup botol dan stiker penjelasan produk berwarna putih yang terbilang aman as a packaging color. Sementara kemasan botol serumnya juga kelihatan kuat sekaligus ringkih karena menggunakan bahan kaca. Jujur, saya takut sih kalau kemasan produk serum menggunakan kaca. Takut kesenggol dan jatuh terus pecah gitu, kan bahaya. Apalagi anak saya sekarang lagi senang-senangnya mainan koleksi skincare milik saya. Meski sudah saya letakkan di tempat agak tinggi namun terkadang masih bisa saja si kecil menggapainya. Selain itu kalau kemasan produk serum berbahan kaca itu bikin saya khawatir kalau mau dibawa traveling. Risiko untuk tumpah dan pecah bisa saja terjadi. Ya nggak?

ElsheSkin Anti Aging Serum
Kemasan ElsheSkin Anti Aging Serum menggunakan botol kaca dilengkapi dengan tutup berbentuk pipet.

Meski kemasan botol serum berbahan kaca itu berisiko untuk jatuh dan pecah, tapi pemilihan kaca warna gelap patut diapresiasi. Ini berarti ElsheSkin ingin melindungi kualitas produk di dalamnya sehingga nggak mudah teroksidasi ketika terkena udara. Selain itu pemilihan pipet juga sesuai untuk produk serum, jadinya memudahkan pemakainya untuk mengambil produk.

ElsheSkin Anti Aging Serum ini teksturnya cair tapi nggak cair banget. Malah menurut saya sedikit kental, tapi uniknya kalau pas diaplikasikan ke wajah jadi cair dan mudah diratakan gitu. Paling pentingnya lagi nggak ada meninggalkan sensasi lengket atau licin! Biasanya, saya pakai dua sampai tiga tetes. Cara pakainya bisa langsung ditetesin satu drop ke dahi, pipi kanan, dan pipi kiri. Kalau lagi males biasanya langsung saya tetesin ke telapak tangan lalu dipijat perlahan ke seluruh wajah. Pokoknya sesuai mood saya saat itu lah pemakaian serum ini.

ElsheSkin Anti Aging Serum


Pemakaian serum ElsheSkin ini selalu saya layer dengan produk skincare lainnya. Biasanya saya pakai hydrating toner dulu untuk menghidrasi kulit, lalu serum ini, kemudian seal dengan moisturizer supaya hidrasi dari toner nggak menguap dan kandungan serum bisa bekerja efektif.

Btw, karena ElsheSkin Anti Aging Serum ini saat pertama kali saya coba seharusnya sih saya tes di area leher terlebih dahulu. Ya biar saya tahu gitu cocok apa nggak. Tapi kemarin saya dengan penuh percaya diri langsung mencoba serum ini di wajah. Alhamdulillah untungnya cocok ya dan nggak bikin kulit wajah bermasalah. Saya nggak menyesal dengan keputusan ini setelah pemakaian pertama. Kenapa? Karena pas pertama kali mencoba produknya terasa ringan dan lembut. Nggak terasa perih atau malah bikin kulit wajah jadi kering. Untungnya lagi nggak bikin jerawatan. Jadi ya selama kurang lebih tiga bulan saya pakai terus sampai sekarang.

Begini hasilnya setelah tiga bulan pemakaian ElsheSkin Anti Aging Serum:

ElsheSkin Anti Aging Serum
Before (atas) after (bawah) pemakaian rutin ElsheSkin Anti Aging Serum selama tiga bulan.

Ya, memang sih bintik-bintik hitam, flek bahkan freckles terutama di bagian pipi nggak hilang. Tapi kalau dilihat dari dekat udah lumayan memudar sejak sebelum rutin memakai serum. Apalagi kata dokter kulit, tanda-tanda penuaan di wajah saya ini nggak cukup kalau cuma pakai serum, harus ditambah dengan melakukan perawatan. Tapi saya sangat puas melihat hasil ElsheSkin Anti Aging Serum di kulit wajah selama kurang lebih tiga bulan pemakaian.

Sekarang, saya masih pakai dan udah repurchase ElsheSkin Anti Aging Serum karena merasa cocok dengan produk ini. Tapi saya juga lagi mencoba produk serum anti aging merek lainnya. Nanti deh saya review kalau udah kelihatan hasilnya di wajah ya? So far, saya merekomendasikan ElsheSkin Anti Aging Serum buat teman-teman yang ingin mencoba serum anti aging, buatan lokal dengan harga terjangkau tapi hasilnya bisa terasa sejak awal pemakaian.

Teman-teman ada yang udah pernah nyobain ElsheSkin Anti Aging Serum? Atau malah lebih suka sama produk serum lainnya dari ElsheSkin? Atau malah udah cocok sama serum merek lainnya? Boleh dong rekomendasinya...
















You Might Also Like

0 comments

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya