7 Rekomendasi Sunscreen Lokal Terfavorit dan Layak Dicoba

18.00

Sejak menyadari pentingnya menggunakan sunscreen, saya selalu rutin mengaplikasikan sunscreen dalam tahapan skincare routine pada pagi hari. Apalagi setelah melihat banyaknya bintik hitam bermunculan yang akhirnya membuat warna kulit tidak merata atau hiperpigmentasi, seolah menjadi bukti nyata jika saat muda dulu memang saya sangat malas untuk menggunakan sunscreen. Dan sekarang setelah tersadar, usia sudah bertambah dan tentu saja kulit juga mengalami penuaan sehingga tak semudah itu untuk merawatnya usai membiarkan kulit terpapar sinar matahari tanpa adanya perlindungan, bertahun-tahun.

Ya, meskipun tak mudah, saya tetap semangat untuk mengaplikasikan sunscreen secara rutin supaya meminimalisir proses penuaan kulit. Soalnya nih, menurut penelitian yang saya baca kalau kita menggunakan sunscreen setiap hari dengan minimal SPF 15 atau lebih tuh bisa mengurangi penuaan kulit sebanyak 24% lho! So, do you still need to wear sunscreen?

Rekomendasi Sunscreen Lokal


Meski sudah semangat-semangatnya pakai sunscreen ternyata realita untuk menemukan produk sunscreen yang benar-benar nyaman di kulit itu tak mudah, lho! Apalagi 'kiblat' saya adalah sunscreen Korea yang mana tekstur dan formulanya selalu juara, ringan dan kalau diaplikasikan sebanyak dua jari nggak ada tuh rasa lengket atau meninggalkan residu yang menganggu. Makanya selama beberapa tahun lalu, saya sangat jarang untuk mencoba sunscreen dari brand lokal, selalu sunscreen dari Korea. Tapi tahun 2020 ini saya cukup antusias karena banyak brand lokal yang merilis sunscreen dengan kemasan dan klaim tekstur dan formulanya yang menarik untuk dibuktikan.

Selain memperhatikan kemasan yang menarik, tekstur suatu produk sunscreen biasanya bisa langsung saya tentukan dari jenis sunscreen, apakah physical sunscreen atau chemical sunscreen? Physcial sunscreen biasanya memiliki kandungan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide yang dinilai efektif memberikan pelindungan kulit dari sinar UV. Namun physical sunscreen yang biasa disebut sunblock ini jarang membuat saya jatuh cinta karena cenderung memiliki tekstur kental dan terasa thick serta meninggalkan lapisan putih pada kulit atau whitecast.

Berbeda dengan chemical sunscreen yang memiliki tekstur lebih cair sehingga mudah menyerap ke kulit dan nyaman digunakan sehari-hari. Ya meskipun sunscreen jenis ini juga punya potensi meninggalkan whitecast saya tetap lebih memilihnya karena efek pemakaiannya yang benar-benar nyaman. Dan meskipun nyaman, chemical sunscreen membuat saya harus mengaplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam sekali karena kandungan UV filter dalam chemical sunscreen lebih mudah rusak saat terekspos sinar matahari. But it's okay!

BACA YUK: Rekomendasi Skincare Saat Menyusui

Sejauh ini dengan memperhatikan jenis sunscreen membuat saya lebih mudah untuk menentukan suatu produk sunscreen apakah layak dicoba atau tidak. Apakah benar-benar membuat saya nyaman hingga akhirnya jatuh cinta atau malah sebaliknya. 

Oke, jadi sunscreen lokal apa saja nih yang sudah saya coba? Berikut rekomendasi sunscreen lokal terfavorit ala Marlina. Semua produk sunscreen ini memang ada yang harganya di atas 200k tapi ada juga yang di bawah 100k. Masih cukup terjangkau kan? Karena saya benar-benar selektif soal pemilihan sunscreen jadi kualitas pasti saya utamakan baru kemudian melirik harganya. Kalau kamu juga begitu, semoga review sunscreen di bawah ini cukup membantu ya. Cekidot!

1. For Skin's Sake (FSS) Weightless Sunscreen SPF 50 PA++++

Jauh sebelum saya jatuh cinta pada For Skin's Sake Weightles Sunscreen, saya sudah jadi penggemar For Skin's Sake Premium Round Cotton Pads dan Renew Retinol Serum Concentrate. Jadi ketika For Skin's Sake (FSS) merilis produk sunscreen saya langsung tertarik buat mencobanya. Dan ternyata setelah dipakai, love at the first application! Kenapa saya sampai jatuh cinta pada pemakaian pertama sunscreen FSS?

For Skin's Sake Weightles Sunscreen
For Skin's Sake Weightless Sunscreen memiliki tekstur sangat ringan sama seperti klaim produknya.

Pertama, packaging-nya simple namun pemilihan warnanya menarik. Selain itu kemasannya juga travel friendly jadi sangat mudah untuk dibawa kemana-mana tanpa perlu khawatir bakalan memenuhi pouch makeup/skincare. Kedua, For Skin's Sake Weightless Sunscreen aromanya sangat lembut bahkan hampir tidak tercium dan ini penting bagi saya karena saya cenderung kurang nyaman dengan sunscreen yang memiliki aroma menyengat. Ketiga, sunscreen dari FSS ini teksturnya creamy tapi  sangat lightweight sama seperti klaimnya, mudah meresap, nggak ada efek greasy dan no whitecast! Padahal kalau dilihat dari kandungannya SPF-nya yang cukup tinggi biasanya akan semakin thick dan berat teksturnya, tapi For Skin's Sake Weightles Sunscreen ini nggak, benar-benar nyaman diaplikasikan sebanyak dua jari sekalipun!

For Skin's Sake Weightles Sunscreen nggak cuma melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB saja tapi juga dilengkapi dengan kandungan Niacinamide dan Centella asiatica yang mana terkenal manfaatnya untuk kesehatan kulit. Udah gitu, sunscreen lokal ini juga nggak bebas kandungan  paraben, silikon, alkohol, pewarna buatan, dan no-animal testing! Untuk ingredients lainnya cukup banyak dan bisa dilihat di kemasannya tapi yang saya soroti adalah tidak adanya kandungan Titanium Dioxide dan Zinc Oxide sehingga sunscreen FSS ini termasuk chemical sunscreen.

Last but not least, efek pemakaian di kulit wajah selama hampir satu tahun ini juga memuaskan, nggak ada reaksi negatif seperti jerawat yang bermunculan. Sepertinya ini berkat kinerja Niacinamide dan Centella asiatica deh yang memang sudah sangat terbukti manfaatnya dengan membuat kulit wajah saya tetap lembap sekaligus mencegah timbulnya permasalahan kulit. Alasan-alasan inilah yang membuat saya jatuh cinta padanya dan langsung menjadikannya sunscreen terbaik tahun 2020 versi brand lokal. Ya meskipun sebenarnya sunscreen ini diproduksi di Korea tetap saja saya dirilis oleh brand skincare lokal For Skin's Sake.

2. Votre Peau Facial Sun Shield SPF 50

Sebelum menambatkan hati pada For Skin's Sake Weightles Sunscreen, saya sempat jatuh cinta pada Votre Peau Facial Sun Shield SPF 50. Sunscreen ini menemani momen usai melahirkan sampai momen menyusui dan menjadikannya sunscreen terbaik tahun 2019. Tapi semenjak sunscreen ini berganti kemasan saya sedikit kecewa karena teksturnya menjadi tidak seringan dan senyaman dulu. Kalau ada yang sudah pernah mencoba keduanya pasti bisa merasakan perbedaannya deh!

Votre Peau Daily Facial Sun Shiled SPF 50 PA++
Votre Peau Daily Facial Sun Shiled SPF 50 PA++ yang merupakan sunscreen kemasan terbaru.

Votre Peau Facial Sun Shield SPF 50 (kemasan lama) teskturnya mirip seperti whipped cream bukan creamy tapi saat diaplikasikan bisa langsung menyatu ke kulit dan saya merasa seperti tidak sedang memakai sunscreen, saking ringannya. Finish akhirnya matte tapi nggak ada whitecast! Sementara Votre Peau Daily Facial Sun Shiled SPF 50 PA++ (kemasan baru) memang proteksinya lebih tinggi tapi teksturnya berubah menjadi creamy dan meninggalkan whitecast meski sedikit dengan finish akhirnya yang bikin kulit tampak lebih glowing. Tapi kalau kamu nggak masalah sama whitecast, sunscreen ini tetap nyaman kok dipakai, cuma kalau dibandingkan sama kemasannya saya tetap memilih versi lama.

Untuk ingredients sunscreen Votre Peau juga berbeda untuk versi lama vs baru. Untuk Votre Peau Facial Sun Shield SPF 50 kandungannya lebih minimalis serta bebas kandungan paraben, silicone, dan alcohol. Sementara Votre Peau Daily Facial Sun Shiled SPF 50 PA++ masih paraben dan alcohol free namun ada kandungan silicone. Saya sendiri nggak masalah dengan adanya kandungan silicone tapi buat yang anti-silicone memang lebih baik menghindari. Masih soal ingredients, sunscreen Votre Peau yang lama hanya mengandalkan Zinc Oxide, sedangkan versi barunya sudah menggabungkan Zinc Oxide dengan Ethylhexyl Methoxycinnamate, Oxybenzone dan Titanium Dioxide sehingga perkara protesi jauh lebih maksimal. Adanya kandungan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide menjadi penanda bahwa sunscreen versi terbaru dari Votre Peau termasuk physical sunscreen.

3. Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA++

Bisa dibilang sunscreen Skin Aqua adalah sunscreen lokal favorit saya sebelum banyak brand lokal merilis produk sunscreen. Ada tiga varian sunscreen Skin Aqua yang sudah saya coba selama ini yaitu Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA++, Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++,  dan Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50 PA+++. Ketiganya merupakan daily sunscreen dan bisa digunakan di wajah maupun badan serta cocok untuk semua jenis kulit. Hanya saja ada sunscreen yang memang spesifik penggunaannya untuk jenis kulit tertentu.

Sunscreen Skin Aqua


Ketiga sunscreen Skin Aqua ini juga bisa digunakan sebagai base makeup karena mengandung Hyaluronic Acid dan kolagen sehingga dapat menutrisi dan melembutkan kulit serta nggak meninggalkan efek lengket di wajah. Nggak hanya multifungsi, sunscreen dari Skin Aqua jadi favorit saya karena memiliki formula yang sangat ringan, teksturnya pun cukup cair hingga bisa menetes. Usai diaplikasikan, sunscreen ini juga cepat menyerap, nggak meninggalkan rasa lengket maupun whitecast. Namun kalau dibandingkan soal finish di kulit wajah usai beberapa jam pemakaian, saya lebih memilih Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA++ karena nggak greasy dan bikin wajah terasa thick. Namun karena proteksi sunscreen ini cukup rendah jika dipakai untuk bepergian ke luar rumah, saya menjadikan sunscreen ini andalan ketika #WorkFromHome atau #dirumahaja.

4. Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

Jauh sebelum brand lokal gencar merilis sunscreen, Emina sudah merebut hati banyak beauty enthusiast karena produk-produknya yang terjangkau namun kualitasnya juga menyenangkan untuk kulit, tak terkecuali suncreen Emina. Sekitar dua tahun lalu banyak teman-teman blogger yang merekomendasikan Emina Sun Protection karena teksturnya yang ringan, nggak lengket, no whitecast, dan nggak memicu reaksi negatif seperti jerawat atau bruntusan. Alhasil saya pun tertarik untuk mencoba dan membuktikannya! Benar saja, saya langsung suka tapi nggak bisa jatuh cinta sepenuhnya.

Secara tekstur, Emina Sun Protection memang benar sangat ringan, mudah menyerap di kulit dan mudah diaplikasikan. Namun aromanya cukup menyengat bagi saya yang kebetulan dua tahun lalu sedang hamil dan sangat sensitif dengan wewangian. Sekarang, meski sedang tidak hamil, saya masih cukup terganggu dengan aromanya yang kebanyakan teman-teman menyebutnya lembut dan menyegarkan. Tapi entah kenapa saya belum bisa menerima aroma sunscreen Emina ini. Namun karena lagi-lagi teksturnya juara, saya terkadang masih repurchase Emina Sun Protection namun menjadikannya sunscreen untuk area tertentu seperti telapak tangan dan kaki bukan sebagai sunscreen wajah.

Emina Sun Protection
Emina Sun Protection teksturnya ringan namun memiliki aroma yang cukup menyengat.

Namun kalau ditanya soal finish look Emina Sun Protection, saya tetap bisa menjawabnya karena juga pernah mengaplikasikannya di wajah. Selama saya memakai sunscreen ini, kulit wajah terlihat lebih lembap bukan berminyak, namun ketika kondisi kulit sedang kombinasi biasanya akan terlihat lebih greasy di T-zone. Sementara kalau kulit lagi normal-normal aja saya merasa kulit jadi lebih kenyal dan kalau menjadikan sunscreen Emina sebagai base makeup juga menyenangkan karena makeup terlihat lebih menyatu dengan kulit. Apalagi sunscreen ini benar-benar nggak meninggalkan efek whitecast atau nggak bikin 'peeling' jadi nggak produk ini bisa saya rekomendasikan, terutama buat kamu yang belum terbiasa mengaplikasikan sunscreen sebanyak dua jari, bisa PDKT dulu sama Emina Sun Protection.


5. Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA+++

Berbeda dengan sunscreen FSS, Votre Peau, Skin Aqua, dan Emina, ini baru pertama kalinya saya mencoba sunscreen dari Wardah. Jujur, sebelumnya saya nggak pernah tertarik sama skincare dari Wardah tapi tahun ini ada begitu banyak produk skincare yang Wardah rilis dan ramai diperbincangkan oleh beauty enthusiast. Alhasil, ada begitu banyak wishlist skincare Wardah yang ingin saya coba tapi kali ini saya mulai dulu dari sunscreen. Dan kebetulan sekali Wardah baru saja merilis Wardah UV Shield Series yang terdiri dari dua produk Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++ dan Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++.

Wardah UV Shield Series
Wardah UV Shield Series terdiri dari dua produk Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++ dan Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++.

Saya mulai dulu dari Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++ karena produk ini yang pertama kali saya coba baru kemudian yang Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++. First impression, yang membuat saya tertarik untuk membelinya adalah warnanya yang cerah (sama seperti salah satu sunscreen Korea favorit saya) serta kemasannya yang simple and sleek. Selain itu sunscreen ini juga waterproof sehingga tidak mudah luntur meski terkena air dan keringat. Teksturnya cukup diapresiasi karena cair dan mudah di-blend, namun setelah diaplikasikan ternyata finish look-nya agak greasy dan sedikit whitecast. Ditambah lagi, sunscreen ini cukup tercium wanginya dan ternyata cukup tahan lama, jadi buat yang sensitif sama fragrance kemungkinan besar akan terganggu.

Untuk ingredients Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++ menurut saya termasuk hybrid sunscreen. Karena saya amati meski bahan-bahan yang digunakan dominan chemical/organic namun ada satu kandungan yang hybrid (partly chemical partly physical) yaitu Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbuthylphenol. Makanya, meskipun tesktur sunscreen ini cair tapi kalau nggak sabar buat meratakan ke seluruh wajah dan leher dengan pemakaian sebanyak dua jari bakalan terlihat dan terasa banget whitecast-nya.

Nah, karena efek pemakaian tersebut membuat saya menjadikan sunscreen ini andalan untuk aktivitas dinamis saja seperti olahraga, bukan untuk daily use. Karena memang sunscreen ini klaimnya cocok digunakan untuk olahraga, berenang, berjemur di pantai, dan aktivitas di bawah paparan sinar matahari lainnya. Soalnya nih saya sudah pernah mencoba sunscreen ini untuk pemakaian harian terasa kurang nyaman apalagi di-layering dengan produk skincare lainnya. Overall, sunscreen ini tetap worth to try hanya saja perlu disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Karena kondisi kulit saya akhir-akhir ini berubah jadi kombinasi, lumayan terasa menganggu di T-Zone usai beberapa jam pemakaian. Tapi kalau kulit kamu normal sepertinya nggak masalah dengan finish look sunscreen ini.

6. Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++

Proteksi Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++ terhadap UVA dan UVB sama tingginya dengan Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++ sehingga cukup menjanjikan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Meski demikian sunscreen yang punya SPF cukup tinggi biasanya cukup tricky sehingga membuatnya tak sepenuhnya sempurna. Sama halnya dengan Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++, sunscreen Wardah yang berwarna biru ini juga punya kekurangan di samping kelebihannya sebagai produk sunscreen lokal.

First at all, Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++ ini sama wanginya dengan yang kemasan oren dan cukup bertahan lama. Jadi di awal pemakaian sudah cukup 'menantang' memakai sunscreen fragranced. Ya meskipun saya masih bisa memaklumi aromanya tapi buat yang kulitnya sensitif sebaiknya perlu dites terlebih dahulu di area tertentu demi menghindari risiko breakout. Tak hanya soal aroma, kesan pertama saya dengannya yang paling teringat adalah finish look yang membuat wajah tampak greasy. Alhasil saya perlu menyiasatinya dengan mengurangi pemakaian produk skincare, benar-benar hanya mengaplikasikan basic skincare karena kalau terlalu banyak layering membuat wajah minyakan!

Meski kesan pertama pemakaian Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++ tak sepenuhnya nyaman namun sunscreen ini tetap bisa dijadikan pilihan untuk skincare routine yang simple namun tetap mendapatkan manfaat utamanya yakni melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Udah gitu teksturnya juga lebih enak diratain ketimbang yang kemasan oren, dan kalau mau mengejar efek lembap, mau yang kemasan biru atau oren sama-sama melembapkan dan nggak bikin 'peeling' kok! 

Last but not least, saya masih mencoba PDKT dengan Wardah UV Shield Series karena memang baru satu bulan pemakaian. Saya masih mencoba mencari cara dan menemukan jawaban apakah kedua sunscreen dari Wardah ini benar-benar layak dibeli lagi karena soal tekstur dan proteksi udah cukup menjanjikan, harganya pun cukup terjangkau. Nanti akan saya update lagi ya apakah akan mempertahankannya atau tetap kembali pada sunscreen Korea ~

7. Joylab Aqua Sun-Day SPF 50 PA++

Joylab Aqua Sun-Day
Joylab Aqua Sun-Day memiliki kandungan antioksidan yang membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan dini.

Sama seperti Wardah UV Shield Series, sunscreen dari Joylab juga belum lama saya coba dan masih dalam fase PDKT belum sepenuhnya jatuh cinta. Joylab sendiri merupakan brand skincare lokal yang punya karakter simple and clean, setiap produknya dikemas dengan warna-warna lembut yang tentu memanjakan pembeli tak terkecuali saya sendiri. Apalagi setelah saya baca dari berbagai sumber, Joylab sangat mengedepankan bahan-bahan aman, paraben-free, cruelty-free, fragrance-free, serta sulfate-free sehingga produknya aman digunakan oleh pemilik kulit sensitif. Produk-produk yang dirilis oleh Joylab pun bervariasi, namun karena kebutuhan dan keinginan saya saat ini adalah mengeksplor tabir surya buatan lokal jadi yang ingin saya coba adalah sunscreen dari Joylab.

Joylab punya tiga pilihan produk suncreen yang diberi nama Sun-Day Series terdiri dari Aqua Sun-Day,  Brighter Sun-Day, Everyday Is Sun-Day. Awalnya saya tertarik untuk mencoba Everyday Is Sun-Day karena banyak skincare enthusiast yang memuja teksturnya yang sangat ringan. Namun karena saya butuh sunscreen dengan kandungan SPF yang cukup tinggi akhirnya saya memutuskan untuk mencoba Joylab Aqua Sun-Day SPF 50 PA++. First impression, saya suka dengan packaging-nya yang simple, handy and slim. Ukurannya cocok untuk dibawa bepergian karena nggak memakan terlalu banyak ruang. Material yang digunakan untuk kemasan sunscreen juga cukup kokoh dan bagian tutup botolnya yang berbentuk flip-top juga mudah dibuka namun tetap kuat.

Secara tesktur, sunscreen berwarna putih ini terbilang padat dan terasa thick bila diaplikasikan sebanyak dua jari. Hasil akhirnya di kulit wajah saya yang kadang normal kadang kombinasi ini terbilang matte, bukan glowing atau dewy. Sebenarnya tak masalah asal bukan greasy namun kalau disuruh memilih saya lebih suka finish look yang glowing ketimbang matte usai pemakaian produk skincare. Saya juga masih bisa memaklumi sunscreen ini karena formulanya yang bekerja aktif untuk melindungi kulit dari flek hitam akibat paparan sinar UV sekaligus melembutkan kulit. 

Joylab Aqua Sun-Day juga punya kandungan antioksidan yang membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan dini dan melembapkan kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Jadi secara manfaat sebenarnya sunscreen ini cocok banget buat saya yang sudah memasuki usia kepala tiga ini tapi lagi-lagi karena teksturnya 'cukup berat' jadi saya masih belum bisa sepenuhnya mencintainya. Maafkan saya Joylab, tapi karena saya masih dalam tahap pendekatan, akan saya coba habiskan dulu sambil mencari cara bagaimana cara paling nyaman untuk menggunakannya terlebih ketika di-layering dengan skincare lainnya. Let's see!

Nah, dari ketujuh sunscreen yang saya rekomendasikan di atas sebenarnya belum semuanya masuk kriteria sunscreen terfavorit. Apalagi 'kiblat' saya adalah sunscreen Korea seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, jadi saya benar-benar selektif untuk menjadikan sunscreen lokal jadi produk kesayangan. Dan kalau diseleksi lagi yang masuk sunscreen terfavorit hanya ada tiga yaitu For Skin's Sake Weightles Sunscreen, Votre Peau Facial Sun Shield, dan Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA++. Sisanya meski ada yang masih dalam tahap pendekatan tapi memang kalau dibandingkan dengan ketiga sunscreen tersebut cukup jauh dari kriteria dan arah 'kiblat'. 

Namun, semua produk di atas tetap layak dicoba dan diapresiasi karena saya yakin untuk membuat sunscreen yang benar-benar nyaman ketika diaplikasikan di kulit wajah tidaklah mudah. Sambil menanti inovasi brand kosmetik lokal, besar harapan saya nantinya akan ada sunscreen lokal yang nggak kalah kualitasnya dengan sunscreen Korea. 

Kalau kamu gimana ada yang pernah mencoba salah satu dari ketujuh sunscreen di atas? Share yuk di kolom komentar sunscreen mana yang jadi favoritmu?


Thank you for reading and don't forget to put sunscreen!



You Might Also Like

11 comments

  1. Aku kenalnya dua itu, Wardah sama Emina. Yang lain belum pernah nyoba. Mau nyobain yang skin Aqua itu. Sepertinya banyak yang pakai. Dan cocok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajib nyobain sunscreen Skin Aqua deh karena banyak banget yang cocok, saranku tetep pilih varian yang sesuai sama jenis kulit yaa ~

      Hapus
  2. Makin usia bertambah memang harus ekstra perawatan dan lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan.

    BalasHapus
  3. Saya selalu repurchase Emina Sun Protection Mbak. Dari awal beli langsung cocok. Apalagi juga bisa dipakai di anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak sama, meski nggak ku pakai di wajah tapi masih suka repurchase Emina Sun Protection ~

      Hapus
  4. Dahulunya saya cuek banget gak merawat wajah. Sekarang telanjur gak mulus deh. Namun, sesal kemudian memang tiada berguna. Heuheuheuheu


    BalasHapus
  5. ini aku suka semuaaaaa~ kecuali joylab. bukan karena nggak suka... tapi karena belom coba wkwkwk :))

    tetep favoritku votre peau hehehe tapi ga bisa sering2 repurchase. kalo emina wardah dan skinaqua karena gampang belinya jadi selalu ada stock hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Votre Peau juga sempat jadi favoritku tapi akhirnya ku berpaling darinya sejak ganti packaging dan berubah teksturnya huhuhu ~

      Emang yang gampang dicari selalu dibeli lagi karena sunscreen termasuk produk yang cepet habisnya dan butuh cepet dipakai buat skincarean ~

      Hapus
  6. Wah lengkap banget mbak Marlyn rekomendasinya. Emang sunscreen butuh banget sih, Palagi buat , saya mereka yang suka aktivitas di lapangan. Btw, pingin cobain yang Wardah deh.

    BalasHapus
  7. Dari dulu penasaran sama Joylab belum coba juga. Wah wardah ada yang ptotection serum ya ternyata, simple lagi ukurannya, bisa jadi referensi niy mba buat aku

    BalasHapus
  8. Aku biasa pakai yanh wardah. Tapi penasaran pengen pakai aqua skin katanya bagus. Bener bangett, tabir surya tu penting banget. Bahkan di dalam rumah pun kita disarankan pakai. Makasih mbak, jd nambah info produk-produk tabir surya yang bisa dipilih...

    BalasHapus

BRILIO.NET

LATEST VIDEOS

Perempuan Punya Karya